- Wamen PPPA Veronica Tan mengajak komunitas perempuan menyusun policy brief berdasarkan aspirasi akar rumput dalam diskusi SHEnergy Fest 2026.
- Pemerintah menargetkan integrasi masukan komunitas ke dalam kebijakan nasional dan RPJMN untuk menciptakan pembangunan yang lebih responsif gender.
- Hasil diskusi SHEnergy Fest 2026 akan dijadikan rekomendasi kebijakan energi nasional yang inklusif bagi perempuan serta kelompok rentan.
Suara.com - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan menyambut baik hasil temuan, aspirasi, dan praktik baik berbasis komunitas dari berbagai komunitas perempuan di Indonesia yang aktif bergerak hingga tingkat akar rumput.
Berbicara pada diskusi SHEnergy Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (23/5), Wamen PPPA memotivasi peserta diskusi untuk mengolah hasil diskusi menjadi policy brief agar dapat dimasukkan ke dalam kebijakan nasional dan diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Veronica Tan menegaskan bahwa model pembangunan saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan instruksi dari atas ke bawah (top-down). Sebaliknya, pemerintah membutuhkan masukan riil dari bawah demi menghasilkan solusi yang tepat sasaran.
“Kita sangat butuh policy brief dari masing-masing komunitas sehingga bisa kita tindaklanjuti di tingkat kementerian dan dijadikan solusi. Sekarang ini kita tidak bisa lagi hanya top-down, tetapi harus memadukan fasilitasi pemerintah dengan kondisi yang ada di masing-masing daerah,” ujar Veronica.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah berada pada momentum penting untuk membangun kebijakan berbasis bottom-up atau kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Karena itu, Kemen PPPA berupaya menjahit berbagai program pemerintah agar benar-benar sampai ke desa dan menjawab kebutuhan perempuan, anak, dan kelompok rentan secara nyata.
Ia kemudian mencontohkan aksi nyata kaum perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berhasil mengelola lahan perhutanan.
“Melalui program tersebut, perempuan diberi kesempatan menjadi agen perubahan dengan cara mengelola lahan Perhutanan Sosial sebagai entry point pemberdayaan ekonomi perempuan sekaligus penguatan ketahanan pangan masyarakat,” jelas Veronica.
Dalam kesempatan tersebut, Veroniva juga menekankan pentingnya membangun perspektif gender di seluruh kementerian dan lembaga.
Baca Juga: Trauma Berat, Putri Ahmad Bahar Adukan Dugaan Intimidasi Ormas GRIB Jaya ke Komnas HAM
Menurutnya, tantangan saat ini bukan terletak pada ada atau tidaknya program, melainkan bagaimana perspektif gender diwujudkan dalam implementasi kebijakan pembangunan yang belum sepenuhnya responsif gender.
“Kita ingin mendorong bagaimana desa mandiri berbasis gender ini benar-benar direalisasikan. Jadi bukan hanya konsep, tetapi menjadi kenyataan di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan Kemen PPPA terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil dalam mendorong transisi energi berkeadilan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif LBH APIK Indonesia, Khotimun Sutanti mengatakan SHEnergy Fest 2026 menjadi ruang untuk memperkuat perspektif perempuan dalam transisi energi di Indonesia.
Menurutnya, isu energi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari dan dampaknya terhadap perempuan serta kelompok rentan.
“Hasil diskusi dalam SHEnergy Fest 2026 akan dirumuskan menjadi rekomendasi dan policy paper untuk disampaikan kepada pemerintah, termasuk sebagai masukan dalam penguatan kebijakan energi nasional yang lebih inklusif dan berperspektif gender,” ujar Khotimun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!