News / Nasional
Senin, 25 Mei 2026 | 15:46 WIB
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (kanan) saat mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (18/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Penasihat hukum Immanuel Ebenezer membantah dakwaan jaksa terkait keterlibatan kliennya dalam kasus pemerasan dan suap sertifikasi K3 Kemnaker.
  • Jaksa KPK menuntut mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer hukuman lima tahun penjara serta denda dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.
  • Tuntutan jaksa mencakup kewajiban pembayaran uang pengganti sebesar Rp1,435 miliar akibat dugaan korupsi pengurusan sertifikasi di Kementerian Ketenagakerjaan tersebut.

Suara.com - Penasihat Hukum Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel mengatakan, peristiwa dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap kliennya hanya imajinasi jaksa.

Hal itu disampaikan kubu Noel dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan agenda pembacaan pleidoi atau nota pembelaan.

Penasihat hukum Noel menjelaskan bahwa peristiwa yang didakwakan kepada Noel berbeda dengan terdakwa lain. Namun, konstruksi perkara yang terbangun menunjukkan seolah Noel terlibat dalam peristiwa pemerasan uang nonteknis PJK3.

Tindakan Penuntut Umum tersebut memaksakan dua peristiwa yang berbeda, yang tidak ada hubungan, dijadikan satu rangkaian peristiwa,” kata Penasihat Hukum Noel di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Dalam surat dakwaan tersebut, lanjut penasihat hukum, Noel didakwa seolah-olah bagian dari peristiwa pidana pemerasan dan suap menyuap dalam proses penerbitan sertifikat K3.

“Namun ternyata semua itu hanyalah imajinasi dari Penuntut Umum,” tegasnya.

“Dari fakta persidangan terungkap, ternyata Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan tidak ada hubungannya dengan peristiwa pemerasan dan suap menyuap proses penerbitan sertifikat K3,” tandas dia.

Diketahui, JPU dari KPK menuntut Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 tahun.

Jaksa menilai Noel bersalah dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Baca Juga: Gaji Rp7 Juta Tapi Punya Nissan GT-R Rp12 M, Noel Heran Kekayaan Bobby Mahendro: Gila Ini Orang!

Selain itu, jaksa juga meminta hakim untuk menjatuhkan hukuman berupa pidana denda sebanyak Rp 250 juta kepada Noel.

Denda itu harus dibayarkan dalam kurun waktu satu bulan dan dapat diperpanjang untuk paling lama satu tahun satu bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap.

Jika pidana denda tidak dibayar, kekayaan para terdakwa akan disita dan dilelang. Namun, bila hasil lelang tidak memenuhi jumlah denda, diganti 90 hari pidana penjara.

Lebih lanjut, jaksa juga menuntut agar Noel membayar uang pengganti sebesar Rp 4,435 miliar (Rp4.435.000.000) dikurangi Rp 3 miliar yang sudah dikembalikan kepada KPK. Dengan begitu, Noel harus membayar uang pengganti sebesar Rp 1,435 miliar (Rp 1.435.000.000) subsider 2 tahun.

Dalam pertimbangannya, jaksa menjelaskan hal-hal yang menjadi kondisi meringankan dalam tuntutan terhadap Noel.

Adapun kondisi meringankan yang dimaksud ialah mengakui perbuatannya dan telah mengembalikan sebagian hasil dari tindak pidana korupsi, belum pernah dihukum, mempunyai tanggung jawab keluarga, berperilaku sopan, dan menghargai persidangan.

Load More