- Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti menyatakan perundungan di sekolah terjadi akibat relasi kuasa antara pihak kuat dan lemah.
- Kelompok rentan perundungan meliputi murid perempuan, siswa berkebutuhan khusus, anak ekonomi lemah, serta siswa berprestasi akademik rendah.
- Kemendikdasmen menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang mengedepankan pendekatan humanis untuk menciptakan budaya sekolah aman dan nyaman.
“Keamanan secara intelektual juga penting, sehingga perangkingan kemudian membandingkan murid satu dengan yang lain dari capaian akademik itu juga seringkali menjadi sebab terjadinya perundungan,” katanya.
Karena itu, Kemendikdasmen menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Kebijakan tersebut, kata Mu’ti, menitikberatkan pada pendekatan humanis dibanding hukuman.
“Pendekatan yang kita jadikan sebagai core value adalah pendekatan yang humanis. Pendekatan yang di situ kita memanusiakan manusia, memanusiakan semua murid kita dan memuliakan mereka sesuai dengan keadaannya,” ujarnya.
Mu’ti juga menyinggung masih adanya guru yang bersikap menghakimi murid tanpa memahami latar belakang persoalan yang dihadapi anak.
“Anak datang terlambat itu hanya dihukumi dia terlambat, tapi tidak mencoba bertanya kenapa terlambat,” katanya.
Ia memberi contoh murid yang tertidur di kelas belum tentu malas, melainkan bisa jadi harus bekerja membantu orang tua atau mengalami masalah gizi.
“Barangkali dia harus bekerja malam hari membantu orang tuanya yang karena itu dia tidak bisa tidur cepat, dia kelelahan dan karena itu dia kemudian akhirnya tertidur setiap kali pelajaran atau mungkin karena dia kurang gizi,” tutur Mu’ti.
Menurut dia, budaya sekolah aman dan nyaman hanya bisa tercipta jika sekolah membuka ruang ekspresi bagi murid dan memperlakukan anak secara manusiawi.
“Titik tekannya bukan pada punishment, bukan pada misalnya sanksi-sanksi, tapi pada pendekatan yang lebih humanis, pendekatan yang lebih manusiawi, guru-guru lebih banyak mendengar murid-murid lebih banyak bergandeng tangan,” pungkasnya. (Dinda Pramesti K)
Baca Juga: Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
Berita Terkait
-
Curhat Menteri Pendidikan Saat Nobar Children of Heaven: Pakai Sepatu Seminggu Sekali
-
Pernah Jadi Korban Bullying, Rapper Dindin Beberkan Kisah Pilu saat SMA
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
DBL Resmi Luncurkan Super Teacher, Benahi Manajemen Talenta Basket Pelajar
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri