-
Pemimpin Tertinggi Iran bersembunyi di lokasi rahasia dan memutus komunikasi langsung dengan kabinetnya.
-
Sistem kurir konvensional yang lambat menyebabkan negosiasi draf kesepakatan dengan AS terhambat.
-
Isolasi ketat dilakukan setelah serangan Operation Epic Fury menewaskan banyak elite politik Iran.
Langkah isolasi radikal ini diambil setelah Operation Epic Fury yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Operasi militer besar-besaran tersebut berhasil menghancurkan sebagian besar struktur kepemimpinan senior Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, menderita luka parah dalam serangan udara tersebut. Sejak perang berkecamuk, sosoknya tidak pernah lagi terlihat atau terdengar oleh publik secara resmi.
Mojtaba mengambil alih takhta setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan terdahulu. Ali Khamenei sendiri merupakan figur sentral yang telah memimpin Iran sejak tahun 1989 hingga Februari lalu.
Keberhasilan intelijen asing menyusup ke sistem domestik Iran menjadi alasan utama ketakutan para pejabat. Bocornya data internal membuat AS dan Israel dengan mudah melacak lalu mengeliminasi target strategis.
Kini, demi bertahan hidup, pemerintahan Iran harus membayar mahal dengan kelumpuhan birokrasi dan hilangnya kecepatan diplomasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Wagub Erwan Optimistis Jabar Pertahankan Gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026
-
Prabowo Serahkan 1.098 Sapi Kurban Premium, Pemerintah Gelontorkan Rp100 Miliar dari APBN
-
Bantah Klaim Pemerintah, Komnas HAM Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Draft RUU HAM
-
Studi Ungkap Kemacetan Bikin Kota Semakin Panas, Apa Sebabnya?
-
Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG
-
Bombardir Bandar Abbas, AS Klaim Serangan ke 2 Kapal Iran Tak Langgar Gencatan Senjata
-
Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri
-
Kebijakan Iklim Dibuat untuk Warga Terdampak, Tapi Mengapa Mereka Jarang Dilibatkan?