- Anies Baswedan membela Dino Patti Djalal setelah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengkritik masa jabatan singkat Dino.
- Anies menegaskan integritas Dino terbukti melalui rekam jejak panjang sebagai diplomat, termasuk keberaniannya di panggung internasional sejak muda.
- Kontribusi nyata Dino meliputi penanganan krisis diplomatik di Amerika Serikat serta pendirian komunitas kebijakan luar negeri, FPCI.
Pertemuan di Chicago dan Diplomasi Pasca-9/11
Persahabatan dan kekaguman Anies terhadap Dino terus berlanjut hingga ke Amerika Serikat. Saat Anies menempuh studi PhD di Illinois, keduanya bertemu di Chicago tak lama setelah tragedi 11 September 2001 (9/11).
Saat itu, suasana bagi komunitas Muslim dan diaspora Indonesia di AS sedang sangat menantang.
Anies melihat langsung bagaimana Dino menangani situasi krisis tersebut dengan kepala dingin.
Ia menilai Dino memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa dalam menjembatani kepentingan Indonesia di tengah gejolak global.
"Dia adalah diplomat muda yang cerdas. Dia artikulatif, dan mampu menangangi persoalan rumit secara tenang. Itu adalah ketenangan diplomatik yang sulit ditiru."
Kekaguman tersebut semakin menguat saat Dino menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat pada tahun 2012.
Dino dikenal sebagai inisiator Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, sebuah gerakan masif yang menyatukan potensi warga negara Indonesia di seluruh dunia.
"Saya termasuk yang diundang olehnya saat itu," kata Anies, menunjukkan kedekatan historis mereka.
Baca Juga: Pakar UMY Soroti Respon Seskab Teddy ke Dino: Waspada Diksi yang Picu Tafsir Liar!
FPCI: Warisan Dino untuk Diplomasi Indonesia
Lebih jauh, Anies menyoroti bahwa kontribusi Dino Patti Djalal tidak berhenti meskipun ia sudah berada di luar struktur pemerintahan.
Melalui pendirian Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino dinilai berhasil mendemokratisasi isu kebijakan luar negeri agar bisa dipahami oleh kalangan anak muda dan masyarakat luas.
FPCI kini telah menjelma menjadi komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan paling berpengaruh di tanah air.
Organisasi ini dinilai sukses melahirkan generasi diplomat baru yang kini menjadi ujung tombak Indonesia di panggung global.
Anies memandang langkah Dino membangun FPCI adalah bukti bahwa kecintaannya pada negara bersifat substansial, bukan sekadar mengejar kursi jabatan.
Berita Terkait
-
Pakar UMY Soroti Respon Seskab Teddy ke Dino: Waspada Diksi yang Picu Tafsir Liar!
-
Habiburokhman Puji Keakraban Prabowo-Megawati, Bandingkan dengan Dino Patti Djalal
-
Habiburokhman: Tak Perlu Ada Perlakuan Khusus untuk Dino Patti Djalal
-
Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi
-
Tiwi T2 Panik Namanya Viral, Ternyata Cuma Salah Paham dengan Letkol Teddy
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Kasus Riset Palsu di Denmark, Mendiktisaintek Temukan Dugaan Pencatutan Nama Kampus
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?
-
Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong
-
Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi
-
Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi
-
Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak
-
Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme
-
Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang