- Penyidik KPK menyita belasan kendaraan pribadi dari kediaman Silmy Karim di Jakarta pada Jumat malam, 5 Juni 2026.
- Penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi pengurusan izin tinggal bagi warga negara asing yang menjeratnya.
- Silmy resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Kamis, 4 Juni 2026, setelah operasi tangkap tangan sebelumnya.
Penyidik menduga sejumlah pemohon izin tinggal dipersulit proses administrasinya sehingga harus mengeluarkan sejumlah uang agar pengurusan dapat berjalan lebih cepat atau tidak menemui hambatan. Praktik tersebut diduga melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Yang menjadi sorotan adalah dugaan adanya mekanisme aliran dana terstruktur atau sistem "jatah". KPK mengungkap dugaan bahwa Silmy Karim menerima bagian rutin dari uang hasil praktik tersebut. Nilainya disebut mencapai sekitar Rp100 juta setiap pekan yang diduga berasal dari pungutan terhadap pengurusan izin tinggal WNA melalui jaringan pejabat di bawahnya.
Dalam perkara ini, KPK tidak hanya menetapkan Silmy sebagai tersangka. Total terdapat delapan orang yang dijerat, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi periode 2024–2025, Saffar Muhammad Godam, serta sejumlah pejabat eselon yang bertugas di Direktorat Izin Tinggal dan kantor-kantor imigrasi terkait.
4. Penggeledahan dan Penyitaan Aset Mewah
Sehari setelah penetapan tersangka, KPK melanjutkan penyidikan dengan menggeledah kediaman Silmy Karim di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat, 5 Juni 2026.
Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.
Di antaranya adalah dua unit mobil Porsche berwarna merah dan silver, sejumlah sepeda motor premium seperti Harley-Davidson dan Ducati, serta beberapa sepeda dengan harga fantastis. Selain kendaraan, penyidik juga menemukan uang tunai dalam berbagai mata uang asing, termasuk dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura, serta logam mulia yang kemudian turut diamankan sebagai barang bukti.
Penyitaan aset-aset tersebut menjadi salah satu langkah KPK untuk menelusuri kemungkinan aliran dana hasil tindak pidana korupsi sekaligus mengidentifikasi kekayaan yang diduga berasal dari praktik ilegal.
5. Konsekuensi Politik dan Administratif
Kasus ini tidak hanya berdampak pada proses hukum yang dihadapi Silmy Karim, tetapi juga menimbulkan konsekuensi politik dan administratif yang cepat.
Pada hari yang sama ketika KPK menetapkannya sebagai tersangka, Presiden Prabowo Subianto langsung mengambil langkah dengan menandatangani surat pemberhentian Silmy Karim dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Baca Juga: Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Berita Terkait
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
Geledah 5 Jam, KPK Sita Moge Harley Davidson hingga Porsche di Rumah Silmy Karim
-
Bantah Sembunyi, Silmy Karim Ngaku Cuma Jalani Agenda Biasa Saat Jadi Buruan KPK
-
Bukan Tanpa Alasan! KPK Jelaskan Kehadiran Brimob Bersenjata saat Geledah Rumah Silmy Karim
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi
-
Geledah 5 Jam, KPK Sita Moge Harley Davidson hingga Porsche di Rumah Silmy Karim
-
Mapala Kritik Kemenhut: Kami Bawa Data Kerusakan, Malah Disuruh Tanam Pohon
-
Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Naik Hingga Rp15 Ribu, Bukan Lagi Rp3.500
-
Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman
-
Singapura Beri Jalan, KPK Targetkan Ekstradisi Paulus Tannos Rampung Cepat