Karena itu, Gus Ipul meminta seluruh kepala sekolah mengubah cara pandang dari sekadar bekerja menjadi berjuang. Kepala Sekolah Rakyat, kata dia, bukan hanya pelaksana administrasi, tetapi pemimpin yang mengambil kepemilikan atas masa depan peserta didik.
“Berjuang berarti berorientasi pada perubahan nyata bagi siswa, proaktif membaca kebutuhan, mengambil inisiatif menyelesaikan persoalan, serta mengukur keberhasilan dari perkembangan anak-anak yang dilayani,” jelasnya.
Gus Ipul juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas Sekolah Rakyat harus dimulai dari peningkatan kualitas diri kepala sekolah.
“Standar Sekolah Rakyat tidak akan naik kalau standar diri kepala sekolahnya belum naik terlebih dahulu,” katanya.
Ia meminta para kepala sekolah mulai membangun disiplin pribadi sebelum menuntut kedisiplinan siswa, jujur menyampaikan berbagai persoalan tanpa menutupinya, tetap tenang menghadapi tekanan karena sikap pemimpin akan dicontoh peserta didik, serta berani mengevaluasi diri sebelum mengevaluasi bawahannya.
Gus Ipul mengingatkan, apabila berbagai standar yang telah berkali-kali disampaikan masih harus terus diulang, persoalannya bukan terletak pada kemampuan siswa, melainkan karena kepala sekolah belum menjadikannya sebagai prioritas.
“Saya percaya motivasi Bapak-Ibu semakin kuat. Semangat untuk melayani anak-anak istimewa ini juga semakin besar,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah yang telah mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat sejak tahap rintisan. Menurutnya, seluruh kepala sekolah saat ini bukan sekadar menjalankan tugas rutin, tetapi sedang menjadi bagian dari sejarah pembangunan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
“Kita tidak sedang sekadar menjalankan tugas. Kita sedang menjadi pemilik sejarah Sekolah Rakyat. Jalankan dengan profesional dan empati. Kerjakan standar yang sudah ditetapkan tanpa menunggu diingatkan lagi, karena itu adalah kehormatan bagi sekolah Bapak-Ibu sekalian,” ujarnya.
Baca Juga: Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
Menghadapi bertambahnya jumlah Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru, Gus Ipul meminta seluruh fasilitas yang tersedia dimanfaatkan secara optimal. Lapangan olahraga, ruang belajar, maupun fasilitas pendukung lainnya harus hidup setiap hari melalui kegiatan bersama lintas jenjang yang mampu membentuk karakter, kedisiplinan, kesehatan, dan kebersamaan peserta didik.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga membacakan salah satu hasil survei yang paling berkesan baginya. Ketika ditanya bantuan apa yang paling diharapkan dari Menteri Sosial, seorang kepala sekolah menjawab, “Saya hanya berharap Pak Menteri terus mempercayai kami memimpin Sekolah Rakyat. Kepercayaan itu akan kami balas dengan kerja nyata, integritas, dan dedikasi penuh.”
Jawaban tersebut, menurut Gus Ipul, menjadi bukti kuatnya komitmen para kepala sekolah dalam mengemban amanah.
Sebagai bentuk dukungan, Gus Ipul memastikan Kementerian Sosial akan terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat.
“Kami akan terus berjuang agar kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat mendapatkan tunjangan kinerja yang lebih baik. Kami memahami ini adalah boarding school dengan tanggung jawab yang berbeda. Karena itu kami akan terus mengupayakan perubahan regulasi dan dukungan anggaran agar kesejahteraan Bapak-Ibu semakin meningkat,” ujarnya.
Menutup arahannya, Gus Ipul kembali mengingatkan bahwa kepemimpinan di Sekolah Rakyat adalah panggilan untuk membawa perubahan.
“Kepala sekolah adalah pemimpin tertinggi di sekolah. Tidak hanya diberi tanggung jawab, tetapi juga akan dievaluasi. Menaikkan level bukan pilihan, melainkan panggilan yang harus dijawab mulai hari ini.”
Ia pun menutup pembekalan dengan pesan yang menjadi semangat seluruh kepala Sekolah Rakyat.
“Level Anda naik bukan karena SK. Level Anda naik karena besarnya tantangan yang berani Anda pikul dan keberhasilan yang Anda torehkan. ***
Berita Terkait
-
833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar
-
Kemensos Ungkap Alasan Libatkan Taruna TNI di Sekolah Rakyat
-
Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026
-
Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat
-
Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku
-
Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta
-
Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung
-
Pelibatan Taruna di Sekolah Rakyat Tuai Kritik, Dinilai Tak Tepat untuk Bentuk Karakter Siswa
-
Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah
-
Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad
-
Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan
-
KPK Jangan Melempem! Usut Tuntas Skandal Amplop Menhut Raja Juli di Kasus Suap Hutan Kuansing
-
DPRD DKI Nilai Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000 Masih Wajar, Ini Alasannya
-
KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung