News / Internasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 13:22 WIB
Ilustrasi AI (Pexels.com/Abet LIancer)
Baca 10 detik
  • Teknologi kecerdasan buatan kini berfungsi sebagai pelatih personal untuk meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan bahasa asing tenaga kerja.
  • Rendahnya kemahiran bahasa Inggris di Indonesia menyebabkan mayoritas perusahaan mengalami kendala komunikasi, kolaborasi internal, dan pengambilan keputusan bisnis.
  • Implementasi platform pelatihan bahasa berbasis AI di PLN berhasil meningkatkan produktivitas serta kemampuan komunikasi karyawan untuk mendukung kolaborasi global.

Namun, Cisco AI Readiness Index 2025 menunjukkan hanya 23 persen organisasi di Indonesia yang benar-benar siap memanfaatkan AI secara optimal.

Analisis menunjukkan persoalan utama bukan lagi minimnya kosakata, melainkan rendahnya rasa percaya diri ketika harus berbicara dalam situasi profesional.

AI Jadi Pelatih Virtual untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri

Untuk menjawab tantangan tersebut, pengembangan kemampuan komunikasi kini mulai diposisikan sebagai bagian penting dalam strategi pengembangan talenta perusahaan.

Country Director ELSA Business Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful, menilai kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi menjadi bekal utama di tengah pesatnya perkembangan AI.

"Di era AI, kesiapan organisasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan talenta untuk beradaptasi, berkomunikasi, dan memanfaatkannya secara efektif."

"Karena itu, investasi pada pengembangan keterampilan menjadi kunci untuk membangun organisasi yang lebih siap menghadapi perubahan serta meningkatkan Global Workforce Readiness," ujar Yasser.

Melalui platform berbasis AI, perusahaan dapat menghadirkan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan masing-masing karyawan.

Teknologi ini memungkinkan pengguna berlatih presentasi, negosiasi, hingga komunikasi bisnis secara mandiri melalui simulasi yang menyerupai kondisi nyata tanpa rasa sungkan atau takut dihakimi.

Baca Juga: Membaca Bahasa Tubuh Lewat Gesture: Benarkah Tubuh Sulit Berbohong?

PLN Jadi Contoh Implementasi

Efektivitas pendekatan tersebut telah diterapkan oleh lebih dari 1.300 organisasi di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

PT PLN (Persero) memanfaatkan platform tersebut untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lebih dari 1.500 karyawannya dalam mendukung kolaborasi internasional di sektor transisi energi.

Program pelatihan berbasis AI itu disebut mampu meningkatkan produktivitas hingga 145 persen, sementara 84 persen peserta mengalami peningkatan kemampuan bahasa secara signifikan.

"Di ELSA Business, kami percaya bahwa kemampuan komunikasi bukan hanya keterampilan bahasa, tetapi salah satu faktor yang menentukan kesiapan talenta di era AI."

"Melalui teknologi AI, ELSA Business membantu perusahaan menghadirkan pembelajaran yang lebih personal, kontekstual, dan terukur, sehingga pengembangan talenta dapat memberikan dampak nyata bagi kesiapan tenaga kerja maupun pertumbuhan bisnis," tutup Yasser.

Semakin banyak perusahaan kini mulai memandang AI bukan sekadar alat otomatisasi, melainkan sebagai sarana strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat global.

Load More