News / Nasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 15:31 WIB
Kolase foto Presiden Prabowo dan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.
Baca 10 detik
  • Tim gabungan Polri menggeledah dua belas lokasi di Jakarta dan Bogor terkait dugaan keterlibatan Jampidsus Febrie Adriansyah.
  • Polisi menyita uang asing serta dokumen penting dari brankas rahasia di sebuah kafe terkait tiga skandal korupsi.
  • Presiden Prabowo Subianto mendukung tindakan tegas kepolisian untuk menangkap Febrie Adriansyah demi kelancaran proses penyidikan perkara tersebut.

Operasi ini bukan sekadar tindakan seremonial, melainkan bagian dari penyidikan mendalam terhadap 12 titik yang diduga menjadi pusat penyimpanan aset dan dokumen terkait korupsi.

Tiga Megakorupsi yang Saling Bertautan

Penyidikan intensif ini tidak berdiri sendiri. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian penggeledahan ini berkaitan erat dengan tiga skandal korupsi besar yang diduga saling berkelindan dalam satu jaringan elit penyelenggara negara.

Pertama, penyelidikan diarahkan pada dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PT PLN (Persero).

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena dampaknya yang masif, yakni memicu krisis energi dan pemadaman listrik atau blackout di Pulau Sumatera beberapa waktu lalu.

Kedua, penyidik mendalami kembali penyimpangan dana di PT Asabri untuk periode 2020–2025, sebuah kasus yang merugikan uang negara dalam jumlah fantastis.

Ketiga, polisi membidik dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam skema utang-piutang antara PT CBS kepada PT KNI.

Ketiga kasus ini diduga menjadi ladang basah bagi jaringan oknum pejabat yang saling melindungi.

Pola yang ditemukan penyidik mengindikasikan adanya aliran dana haram yang digunakan secara sistematis untuk "mengamankan" perkara-perkara besar di institusi penegak hukum agar tidak tersentuh oleh keadilan.

Baca Juga: Suasana Terkini Polda Metro, Brimob Siaga Penuh Buntut Isu TNI Jemput Paksa Saksi Jampidsus

Temuan Mengejutkan di Balik Lemari Kafe

Salah satu momen paling dramatis dalam penggeledahan maraton ini terjadi di Cafe de'CLAN Signature, sebuah tempat pertemuan mewah di Jakarta Selatan.

Pada lokasi ini, ketelitian penyidik diuji saat mereka mencurigai adanya ruang rahasia di dalam bangunan tersebut.

Benar saja, polisi menemukan sebuah brankas rahasia yang disembunyikan secara sangat rapi di balik sebuah lemari besar.

Upaya pemilik untuk mengelabui petugas dengan desain interior yang tampak normal tersebut akhirnya gagal total.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyatakan bahwa isi dari brankas tersembunyi tersebut benar-benar di luar dugaan.

Di dalamnya, penyidik menemukan tumpukan uang tunai dalam denominasi mata uang asing, yakni Dollar Singapura (SGD) dan Dollar Amerika (USD), yang nilainya disebut-sebut sangat fantastis.

Selain tumpukan uang, dokumen transaksi keuangan yang krusial juga berhasil diamankan untuk menjadi bukti kunci dalam persidangan mendatang.

“Brankasnya tersembunyi, di balik lemari," kata Budi saat menjelaskan posisi penyimpanan uang haram tersebut kepada awak media.

Jaringan Pencucian Uang dan Instrumen 'Money Changer'

Tidak berhenti di kafe mewah, operasi kepolisian juga merambah ke sebuah unit money changer. Lokasi ini diduga kuat bukan sekadar tempat penukaran uang biasa, melainkan instrumen utama dalam skema pencucian uang (money laundering).

Polisi menduga money changer ini digunakan untuk mengubah hasil korupsi yang kotor menjadi aset-aset yang tampak legal di mata publik dan sistem perbankan.

Penyisiran di 12 titik ini memberikan gambaran betapa rapinya koordinasi antara oknum penegak hukum dan jaringan bisnis dalam menyembunyikan harta hasil kejahatan.

Dengan ditemukannya brankas berisi valuta asing dan keterlibatan institusi penukaran uang, arah penyidikan kini semakin mengerucut pada dugaan adanya tindak pidana pencucian uang yang melibatkan nama besar di Kejaksaan Agung.

Hingga saat ini, tim gabungan Polri masih terus melakukan analisis terhadap dokumen-dokumen yang disita.

Load More