- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik 3.418 ASN baru di Balai Kota pada Rabu, 4 November 2026.
- Pramono melarang para ASN baru mengunggah konten di media sosial yang tidak berkaitan dengan tugas kedinasan utama mereka.
- Pelantikan tersebut diharapkan mampu memperkuat reformasi birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan optimal bagi masyarakat Jakarta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewanti-wanti ribuan aparatur sipil negara (ASN) ibu kota yang baru dilantik agar tidak seenaknya mengunggah isu di luar tugas utama melalui media sosial.
Arahan tegas tersebut disampaikan langsung usai melantik para abdi negara di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Orang nomor satu di Jakarta itu menegaskan bahwa status kepegawaian menuntut tanggung jawab moral serta profesionalitas yang tinggi dalam bekerja.
“Jadi bagi ASN baru, selama dua tahun mereka kan sebenarnya sambil bekerja dan juga mengikuti pelatihan yang ada. Begitu mereka menjadi ASN, mereka ada tanggung jawab dan kewajibannya,” ujar dia.
Pramono juga menggarisbawahi pentingnya menjaga etika birokrasi tanpa harus mencederai hak bersuara yang dimiliki setiap pegawai.
“Termasuk tidak bisa kemudian seenaknya atau sesukanya mem-posting di media sosial hal-hal yang berkaitan bukan tugas utamanya. Sehingga dengan demikian, tanpa mengurangi hak demokrasi yang dimiliki oleh ASN Jakarta, selama mereka bertugas tentunya mereka harus bekerja secara profesional,” tegas mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) itu.
Ia meyakini para aparatur anyar ini sudah memiliki bekal mumpuni setelah melewati seleksi ketat dan rangkaian pelatihan kedinasan.
“ASN Jakarta ini seleksinya kan sudah ketat dan bertahap. Apalagi mereka mendapatkan pelatihan, baik dari pemerintah DKI Jakarta sendiri, dari Badan Kepegawaian Nasional, dari Kemenpan RB, dan dari berbagai institusi yang lainnya. Saya yakin mereka pasti memahami akan tugas dan tanggung jawabnya,” kata Pramono.
Pelantikan calon pegawai menjadi pegawai negeri sipil (PNS) penuh di lingkungan Pemprov DKI Jakarta sendiri diikuti 3.418 orang, dengan 15 di antaranya merupakan penyandang disabilitas.
Pramono menaruh harapan besar agar energi para abdi praja muda mampu memperkuat reformasi birokrasi dan melayani warga Jakarta secara optimal.
“Bagi saya, setelah mereka hampir dua tahun digembleng, dilatih, dididik, mudah-mudahan mereka bisa berkarier lebih baik dan menjadi pelayan bagi masyarakat yang ada di Jakarta ini,” pungkasnya.