Suara.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan pihaknya memiliki ambisi untuk memperluas pasar ekspor mobil pada tahun ini.
Otomotif adalah salah satu sektor yang diharapkan pemerintah untuk bisa mengisi pasar ekspor Australia setelah berlakunya kemitraan komprehensif Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada 2020 lalu.
Direktur Eksternal Affairs TMMIN, Bob Azam menjelaskan, Toyota mendukung rencana pemerintah untuk memperluas ekspor otomotif ke Australia, sebab hal itu akan berkontribusi positif terhadap industri otomotif nasional.
Ia menjelaskan, sepanjang 2021 Toyota telah mengirimkan mobil buatan Indonesia ke 80 negara meliputi Amerika, Afrika, Asia hingga UEA sebanyak 188.000 unit, atau pulih 90 persen jika dibandingkan dengan pencapaian sebelum pandemi pada 2019.
"Kami selalu mendukung upaya peningkatan kinerja ekspor produk otomotif dalam negeri dan selalu menjajaki peluang tujuan ekspor yang lebih besar. Terkait ekspor ke Australia silakan hubungi Menteri Perindustrian untuk informasi lebih detail," kata Bob Azam kepada pewarta pada Jumat.
Pada Selasa (25/1/2021), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengupayakan agar Indonesia dapat mengekspor mobil ke Australia mulai kuartal pertama tahun ini. Menperin mengatakan tidak mudah untuk menembus pasar Australia yang memiliki standar karbon yang ketat dan tinggi.
"Kita upayakan kuartal I. Belum bisa saya sebut (merek). Insya Allah sebentar lagi. Membuka pasar Australia tidak mudah, khususnya izin dari prinsipal. Ini sejarah," kata Agus.
Selain itu, ekspor otomotif ke Australia juga dinilai potensial. Alasannya karena sejak 2017, Australia tak memproduksi mobil lagi setelah ditutupnya pabrik GM Holden.
Lebih lanjut, Bob Azam menjelaskan mobil berjenis sport utility vehicle (SUV) meliputi Fortuner, Rush dan Raize merupakan andalan ekspor mereka dengan pencapaian 90.000 unit ekspor pada tahun lalu.
Baca Juga: Pemerintah Rencanakan Perluas Ekspor Mobil ke Australia, TMMIN Siap Dukung dan Produksi Mobil Hybrid
Tipe sedan, hatchback, LCGC meliputi Vios, Yaris, Agya mencapai 62.000 unit, sedangkan mobil multiguna (MPV) Kijang Innova, Sienta, Avanza, Town/Lite Ace) mencapai 36.000 unit.
Berita Terkait
-
Toyota Indonesia Kuasai 58 Persen Ekspor Otomotif Nasional Lewat Mobil Hybrid Rakitan Lokal
-
Insentif Mobil Listrik Berbasis Bahan Baku Lokal, Toyota: Industri Domestik Siap?
-
TMMIN Nilai Pasar Mobil Indonesia 2026 Belum Jelas
-
Toyota Indonesia: Tarif dan Biaya Logistik Tantangan di 2026
-
Toyota Indonesia Bersinergi dengan PMI Salurkan Bantuan Korban Bencana Sumatera
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Bukan Prabowo atau Gibran, Dubes Iran Temui Jusuf Kalla Naik Mobil Mewah BMW
-
Bingung Cari Mobil Buat Mudik Bebas Macet? 2 City Car Bekas Ini Pas Banget Buat Kantong Mepet
-
Daftar Harga Mobil LCGC di bawah Rp 200 Juta per Maret 2026, Siap Dibawa Mudik Lebaran
-
Dompet Aman! 3 Provinsi Ini Beri Diskon dan Hapus Denda Pajak Motor Maret 2026
-
Rekomendasi Mobil Bekas Tigas Baris di Bawah Rp100 Juta untuk Mudik Lebaran
-
3 Pilihan Mobil Nissan Termurah 2026 yang Wajib Dilirik untuk Persiapan Mudik Lebaran
-
Di Balik Perang Melawan Israel dan AS, Iran Ternyata Punya 'Senjata' Otomotif Super Murah
-
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi 2 Gelombang, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
-
Geely Pastikan Jaringan Bengkel Tetap Siaga Hadapi Gelombang Mudik Lebaran 2026
-
5 Mobil Tangguh untuk Libas Medan Sulit dan Berlumpur, Harga Tak Sampai Rp8 M!