SUARA PEKANBARU - Ada tujuh anggota TNI AD telah melaporkan bahwa mereka menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang sesama anggota yang menjabat sebagai Komandan Raihanud (Danrai C) dalam Kesatuan Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad. Perwira TNI yang bersangkutan menggunakan inisial Letnan Satu atau Lettu AAP.
Dilaporkan bahwa AAP telah melakukan tindakan pelecehan seksual ini mulai tahun 2021 hingga tahun 2023.
Berdasarkan laporan, AAP melakukan pencabulan pada bulan November 2021, Februari 2023, Maret 2023, April 2023, Mei 2023, Juni 2023, hingga Juli 2023.
Bagaimana AAP menjalankan tindakannya?
Fakta ini terungkap melalui laporan anonim yang mengungkapkan bahwa AAP melakukan tindakan cabul ini ketika para korban dalam keadaan tidur nyenyak.
Ketujuh anggota TNI ini melaporkan AAP karena tindakan pencabulan tersebut. Modus operandi AAP terbukti sangat licik, yaitu ia menunggu hingga para korban tertidur pulas.
Ketika para junior itu tertidur lelap, AAP melakukan tindakan pelecehan seksual tanpa sepengetahuan mereka.
Tindakan tercela ini terjadi di Mess Perwira Remaja Yonarhanud Kostrad, yang berlokasi di Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, tempat para anggota TNI beristirahat.
Setelah menerima laporan tersebut, pihak internal Kostrad segera mengambil langkah untuk menangkap AAP. Lettu AAP akhirnya berhasil ditangkap di depan Koperasi Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad pada malam Sabtu tanggal 16 September 2023.
Baca Juga: Loker CPNS Kejaksaan 2023, Ada 7846 Formasi, Link Ada Bisa Diaskes di Sini
Pada saat proses interogasi di Kantor Staf 1/Intelijen, AAP berusaha melarikan diri dengan mencoba memanjat jendela.
Namun, AAP tiba-tiba mengakhiri upaya pelariannya dan kemudian menyerahkan diri kepada satuan yang menangkapnya.
Kepala Penerangan Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kapen Kostrad) Kolonel Inf. Hendhi Yustian mengkonfirmasi bahwa AAP telah menyerahkan diri kepada Denpom 1 di Tangerang.
Hendhi mengatakan bahwa saat ini belum ada informasi pasti mengenai jumlah korban yang telah menjadi korban pelecehan oleh AAP.
Dia juga belum bisa memberikan detail apakah AAP memiliki catatan penyimpangan seksual selama berkarier di militer. Yang pasti, AAP telah menjalani proses seleksi sebelum memasuki Akademi Militer.
Hendhi menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi yang tegas kepada AAP jika terbukti bersalah.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Warga Jakarta Wajib Tahu! Waktu Imsak Hari ini, 4 Maret 2026 Jangan Sampai Mepet Subuh
-
Cek Fakta: Viral Undian Haji dan Umrah Gratis 2026 Kemenag, Benarkah atau Modus Penipuan?
-
Kejari Serang Geledah Kantor BPN: Dokumen Disita, Uang Tunai Rp220 Juta Diamankan
-
Warga Palembang Wajib Tahu! Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini, 4 Maret 2026
-
Meski Kehilangan Istri, Haji Suryo Tanggung Penuh Biaya dan Sekolah Korban Kecelakaan
-
Ngeri! Aksi Brutal Antonio Rudiger kepada Bek Getafe Dicap Percobaan Pembunuhan
-
Soroti Kepemimpinan Wasit, Marc Klok Sebut Persib Harusnya Menang atas Persebaya
-
Pasutri Asal Cisarua Bogor Ditemukan Tewas dalam Mobil di Padalarang, Pelaku Berhasil Ditangkap
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran