/
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 21:41 WIB
ilustrasi Tiktok, Pengguna di Asia Pasifik Menyukai Shoppertainment (Freepik)

SuaraSumedang.id – Platform media sosial TikTok membuat sebuah survey yang menunjukkan orang Indonesia menyukai konten belanja yang berbalut hiburan.

Tiktok sebagai platform video dan musik asal ini menyebut perilaku yang dialami pengguna dengan Shoppertainment.

Survey dari aplikasi asal Tiongkok ini melibatkan responden di seluruh pasar Asia Pasifik termasuk Indonesia, Thailand, Vietnam, Australia, Korea Selatan, dan Jepang.

Riset bertajuk Shoppertainment: APAC's Trillion-Dollar Opportunity dilakukan TikTok bersama Boston Consulting Group (BCG).

Shoppertainment adalah pendekatan penjualan dan promosi yang berbasis konten digital serta menggabungkan unsur hiburan serta edukasi.

Pendekatan ini menciptakan cara yang menarik bagi brand untuk mengubah interaksi mereka dengan konsumen melalui format "video-first, sound-on".

Vice President of Global Business Solutions TikTok APAC, Sam Singh mengatakan, Shoppertainment menggabungkan konten, culture dan kegiatan penjualan secara mulus.

Dengan begitu, brand dapat berinteraksi dengan audiens selama berbelanja, tanpa terlalu 'berjualan' secara terang-terangan.

"Brand pun akhirnya mampu menyentuh kebutuhan fungsional dan emosional pelanggan, sehingga bisa tercipta hubungan yang lebih kuat dan lebih lama," kata Singh dalam keterangannya, Jumat (26/8/2022).

Baca Juga: Jokowi Pimpin Langsung Pencopotan Tanda Pangkat Bintang Dua Ferdy Sambo

Menurut survei dari TikTok dan BCG ini, pendekatan shoppertainment ini memberikan pengaruh pada pertumbuhan brand.

Pangsa pasar di kawasan Asia Pasifik ini tepatnya sebesar 63 persen terutama di Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan.

Studi ini mengungkapkan bahwa konsumen di Asia Pasifik mengharapkan brand untuk fokus pada hiburan, sebelum memberikan informasi produk dan langkah untuk membelinya.

Hal ini dilakukan untuk mengajak konsumen beralih dari tahap awareness ke tahap desire, dan akhirnya maju ke tahap conversion secara mulus.

Riset TikTok menemukan kalau 81 persen responden mengharapkan konten bercerita dan pendidikan.

Sementara 76 persen responden mengaku tertarik pada format video-first.

Load More