Suara.com - Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (4/9/2014) dibuka menguat tipis sebesar 1,15 poin atau 0,02 persen ke posisi 5.225,28.
Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 0,28 poin (0,03 persen) ke level 890,02.
"Indeks BEI lanjutkan penguatan kendati mulai terbatas setelah menembus poin tertingginya pada penutupan perdagangan kemarin (Rabu, 3/9), bursa Asia juga turut bergerak mendatar pagi ini," kata Analis Samuel Sekuritas, Aiza, di Jakarta.
Kendati demikian, ia menambahkan bahwa indeks BEI masih berpotensi untuk terus melanjutkan penguatan. Terdapat beberapa sentimen positif bagi IHSG diantaranya sinyal yang kuat dari pemerintahan mendatang untuk kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat.
Kemudian, lanjut dia, likuiditas perbankan di dalam negeri yang mulai membaik dapat menopang indeks BEI untuk tetap berada di area positif.
"Saham sektor perbankan menguasai sekitar 25 persen nilai kapitalisasi pasar di BEI, kondisi itu akan cukup signifikan mempengaruhi pergerakan IHSG pada Kamis ini," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, adanya kenaikan harga nikel dunia sekitar 2,8 persen dapat menambah sentimen positif bagi saham-saham domestik sektor pertambangan seperti Vale Indonesia Tbk (INCO), dan Aneka Tambang Tbk (ANTM).
"Kenaikan harga nikel itu seiring dengan langkah Filipina yang merupakan salah satu produsen terbesar dunia berencana menerapkan kebijakan hilirisasi," katanya.
Sementara itu, Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa dalam jangka menengah dan panjang, IHSG BEI masih dalam kondisi "strong uptrend". Namun, investor juga tetap perlu mewaspadai sentimen yang dapat menekan indeks BEI kembali terkoreksi.
"Itu bisa terjadi jika pelaku pasar mengambil aksi ambil untung setelah penguatan indeks BEI dalam beberapa hari terakhir ini," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 80,23 poin (0,32 persen) ke level 25.237,72, indeks Nikkei turun 25,46 poin (0,16 persen) ke level 15.702,89 dan Straits Times melemah 6,51 poin (0,19 persen) ke posisi 3.342,26. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Investor Asing Terus Berhasrat Jual Saham, IHSG Melemah ke Level 5.820
-
Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran
-
Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG
-
IHSG Merana Anjlok Hampir 1%, Saham Perbankan Jadi Pemberat
-
IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI
-
Putusan KPPU Denda 97 Pinjol Harus Batal, Dinilai Lampaui Kewenangan
-
Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi
-
Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan