Suara.com - Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Timur Ibrahim mengatakan petani di daerah itu bisa ber penghasilan Rp12,5 juta per bulan dengan asumsi satu hektar menghasilkan lima ton padi untuk satu kali panen.
"Apabila lahan sawahnya memproduksi 5 ton saja per hektare dengan harga jual beras Rp9 ribu per kilogram, petani bisa memperoleh pendapatan Rp45 juta per tiga bulan atau setiap kali panen," ujar Ibrahim.
Hasil penjualan yang sebesar Rp45 juta itu kemudian dikurangi biaya operasional atau biaya produksi sekitar Rp7,5 juta, maka petani akan memperoleh keuntungan sebesar Rp37,5 juta per triwulan atau setara dengan Rp12,5 juta per bulan.
Dia mengatakan bahwa pendapatan itu bisa diperoleh para transmigran di kawasan pedesaan di Kaltim yang ulet, yakni mereka disediakan lahan pangan seluas 2 hektar dan satu per empat hektar lahan untuk pekarangan.
Dari lahan yang ada tersebut, 1 hektar untuk tanaman padi, kemudian 1 hektare lebih lainnya digunakan untuk jenis tanaman lain maupun untuk peternakan, tentu pendapatannya akan lebih besar dari Rp12,5 juta, bahkan bisa lebih apabila kreativitas mereka tinggi dalam memanfaatkan lahan yang ada.
Guna mengembangkan lahan mereka, katanya, meskipun pemerintah telah menyediakan lahan untuk transmigrasi, tetapi masih perlu keterlibatan instansi teknis terkait terutama untuk membangun kerja sama pola kemitraan dengan petani.
Sistem kerja sama dan kemitraan ini selain dapat memberikan kepastian terjualnya produk pertanian petani, sekaligus untuk mendukung pemenuhan kebutuhan konsumsi beras bagi warga Kaltim yang masih didatangakan dari daerah lain. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?