Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Kamis (16/10/2014) pagi dibuka melemah 29,64 poin atau 0,60 persen ke posisi 4.933,29 mengikuti sentimen negatif pada bursa-bursa saham global, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 6,07 poin (0,72 persen) ke posisi 833,04.
"Indeks BEI bergerak melemah seiring dengan bursa saham global didorong kekhawatiran memburuknya ekonomi Eropa dan juga data penjualan ritel AS yang berada di bawah estimasi," kata Analis Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa harga minyak dunia yang pagi ini masih tertekan sekitar 0,6 persen akan berdampak negatif bagi saham-saham komoditas di dalam negeri.
"Kami melihat penurunan harga minyak dunia itu masih akan menyebabkan saham komoditas 'underperform'," katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, pelemahan IHSG BEI dapat tertahan dimana pelaku pasar mengekspektasikan adanya katalis positif setelah pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI terpilih nanti pada 20 Oktober 2014.
"Rencananya Jokowi akan mengumumkan nama-nama menteri satu hari setelah pelantikan," katanya.
Sedangkan nilai tukar Rupiah Kamis pagi menguat 39 poin menjadi Rp12.187 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.226 per dolar AS.
"Dolar AS bergerak melemah terhadap mayoritas mata uang utama dunia menyusul kondisi pasar keuangan global dicemaskan oleh melambatnya tingkat pertumbuhan dan inflasi," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa koreksi yang terjadi pada dolar AS juga seiring dengan ekpsektasi pelaku pasar uang bahwa kenaikan suku bunga AS (Fed rate) akan mundur hingga Desember 2015, dari perkiraan sebelumnya pada pertengahan tahun depan.
"Investor di pasar uang nampaknya melepas posisi dolar AS, dan mengambil sikap 'wait and see'," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp16.983
-
IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan Hari Ini, Saham-saham Bluechip Saatnya Tampil?
-
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
-
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bos BP BUMN Cari Peruntungan Sektor Energi Lewat Kolaborasi ExxonMobil
-
Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV
-
Bukan Prediksi, Ini Strategi Raih Profit saat Trading Emas
-
Harga Pangan Hari Ini Melonjak, Cabai Rawit Tembus Rp119 Ribu/Kg, Ayam Rp52 Ribu
-
JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?
-
Ekspansi Regional, MedcoEnergi (MEDC) Resmi Amankan PSC Cendramas di Malaysia
-
Bank Mandiri Raup 750 Juta Dolar AS dari Global Bond, Oversubscribe 3,3 Kali
-
Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya
-
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia
-
Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun