- Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp16.987 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 2 April 2026 pagi.
- Pelemahan rupiah terjadi akibat pernyataan Presiden Trump terkait rencana serangan Amerika Serikat terhadap negara Iran.
- Mayoritas mata uang Asia turut mengalami pelemahan, kecuali ringgit Malaysia dan dolar Hong Kong yang mencatatkan penguatan.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik melemah pada pembukaan hari ini. Hal ini menjadi kondisi mata uang Garuda masuk zona merah.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Kamis (2/4/2026) dibuka ke level Rp16.987 AS per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,02 persen dibanding penutupan pada Rabu (31/3/2026) yang berada di level Rp16.983 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp17.002 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,82, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,96.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah disebabkan pernyataan Presiden Trump.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar menyusul perkembangan terakhir, dalam pidato Trump yang tidak sesuai harapan, " katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, Trump masih akan bersikeras melanjutkan perang dengan Iran. Pernyataan ini membuat rupiah mengalami tekanan.
"Trump mengatakan AS akan menyerang Iran dengan sangat keras" dalam dua atau tiga minggu ke depan. Range 16950-17050," jelasnya.
Sementara itu pergerakan mata uang Asia cenderung melemah. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,49 persen.
Selanjutnya, ada peso Filipina yang ambles 0,47 persen dan baht Thailand yang tertekan 0,36 persen. Disusul, yen Jepang yang terkoreksi 0,29 persen.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983
Berikutnya, dolar Singapura turun 0,24 persen dan yuan China tergelincir 0,13 persen Lalu ada dolar Taiwan yang melemah tipis 0,05 persen di pagi ini.
Sedangkan, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,12 persen. Kemudian ada dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback.
Berita Terkait
-
BI Bakal Siaga Pelototi Rupiah saat Libur Lebaran 2026
-
Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran
-
BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen
-
BI Batasi Pembelian Tunai Dolar Mulai April, Rupiah Terus Melemah
-
Perang di Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Biar Rupiah Makin Kuat
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia