Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis ditutup bergerak menguat sebesar 29,04 poin atau 0,56 persen ke posisi 5.188,71.
Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) mengalami naik sebesar 6,74 poin atau 0,76 persen ke posisi 893,68.
Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa pelaku pasar saham kembali melakukan aksi beli secara selektif terhadap saham-saham yang masih memiliki potensi penguatan pasca tekanan pada perdagangan sebelumnya.
"Kami melihat bahwa aksi 'bargain hunting' oleh pelaku pasar pasca koreksi mengembalikan IHSG ke area penguatan," katanya.
Ia menambahkan bahwa kondisi bursa saham di kawasan regional yang juga berada dalam area positif menambah dorongan psikologis pelaku pasar saham di dalam negeri untuk melakukan transaksi beli.
"Secara teknikal, IHSG mencoba untuk menuju level batas atas ke 5.251 poin," katanya.
Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa optimisme investor terhadap prospek investasi di Indonesia terlihat masih tinggi. Hal ini tercermin dari hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) oleh pemerintah Indonesia yang mengalami kelebihan permintaan.
"Meski Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan untuk negara-negara Euro, Rusia, Jepang Tiongkok, sentimen positif internal masih cukup membantu," katanya.
Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 227.901 kali dengan volume mencapai 5,41 miliar lembar saham senilai Rp4,64 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 190 saham, yang melemah 110 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 100 saham. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Profil PT Indospring Tbk, Ini Sosok Pemiliknya
-
Bulog Segera Bangun Gudang Beras di Arab Saudi
-
OJK Ungkap Kejahatan di BPR Panca Dana: Kredit Fiktif dan Pencairan Deposito Nasabah
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat