Suara.com - Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia X terpaksa menunda peluncuran rute terbaru yaitu Bali-Melbourne. Ini dilakukan setelah otoritas penerbangan sipil Australia tidak mengeluarkan izin kepada AirAsia untuk melayani rute tersebut.
Tidak keluarnya izin ini karena pemerintah Australa masih khawatir dengan keamanan penerbangan maskapai Indonesia setelah jatuhnya AirAsia QZ8501 di Selat Karimatan, Kalimanta Tengah, 28 Desember lalu.
Indonesia AirAsia X adalah anak perusahaan dari AirAsia X Bhd. Maskapai itu sudah menjual tiket dengan rute Denpasar-Melbourne pada 28 Oktober lalu.
Indonesia AirAsia X akan bekerja sama dengan Dirjen Penerbangan Sipil Indonesia dan Otoritas Penerbangan Sipil Australia untuk merampungkan proses administrasi rute tersebut secepatnya.
Juru bicara PT Angkasa Pura I, Farid Indra Nugraha mengatakan, ditundanya rute Denpasar-Melbourne itu karena Indonesia AirAsia X tidak mendapatkan izin dari pemerintah Australia.
Hingga kini, otoritas penerbangan sipil Australia masih mengkaji pengajuan izin yang dilakukan Indonesia AirAsia X untuk terbang dengan rute Denpasar-Melbourne. Maskapai AirAsia QZ8501 jatuh di Selat Karimata, Kalimantan Tengah pada 28 Desember lalu, 40 menit setelah lepas landas dari bandara Djuanda, Surabaya. Pesawat itu mengangkut 162 penumpang dan kru. (Reuters)
Berita Terkait
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Gen Z Malaysia Jatuh Cinta pada Indonesia: Rahasia Promosi Wisata yang Tak Terduga!
-
Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Buka Rute Internasional
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat