Selain itu, harga minyak dunia yang melemah setiap saat dan belum ada tanda-tanda penguatan kembali meskipun tahun sudah berganti, juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2015.
"Ekspor impor yang juga turun pada triwulan I/2015 dibanding triwulan I/2014. Itu berpengaruh pada impor bahan bangunan. Nah tiga itu adalah poin yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi triwulan I ini, angkanya terus turun melandai sejak 2011," ungkapnya.
Menurutnya, sektor yang paling memengaruhi pertumbuhan ekonomi, adalah pertanian, kehutanan dan perikanan, yang tumbuh 14,63 persen. Kedua, sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 3,06 persen.
"Ini karena memang ada peningkatan penggunaan telepon seluler, meningkatnya pelayanan data dan pengguna internet. Walaupun ini share-nya ke PDB kecil. Ketiga, jasa perusahaan yang tumbuh 2,24 persen. Ini kebanyakan perusahaan yang sering melakukan iklan dan sebagainya," kata Suryamin.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, lanjut dia, disebabkan karena semua pengeluaran konsumsi rumah tangga melambat, kecuali untuk makanan, minuman, dan tembakau serta perumahan dan perlengkapan rumah tangga.
Pengeluaran konsumsi pemerintah juga ikut melambat karena pertumbuhan belanja barang yang melambat. Demikian juga realisasi belanja pemerintah lebih rendah dibanding realisasi belanja di kuartal I-2014.
"Belanja pemerintah kuartal pertama tahun ini lebih rendah 50 persen dari periode yang sama tahun kemarin," jelasnya.
Selain itu, sisi pengeluaran juga dipengaruhi impor barang modal yang menurun, terutama untuk barang modal jenis alat angkutan dan mesin. Selain itu industri mesin domestik juga turun. Sri menambahkan, ekspor barang pun terkontraksi akibat turunnya harga komoditas serta melambatnya perekonomian negara mitra dagang utama Indonesia.
Berita Terkait
-
Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
KSSK Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,4 Persen
-
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 5,2 Persen, Optimistis 6 Persen di 2026
-
Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI: 5,2% di 2025, 5,4% pada 2026
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi
-
Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah
-
Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya
-
BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis
-
IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026
-
6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil
-
Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit Dirombak, Kementerian PKP Review Aturan BSPS
-
Waspada Penipuan Berkedok Adobe! Satgas PASTI Resmi Blokir Magento Gadungan
-
Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah