Bisnis / Makro
Selasa, 05 Mei 2015 | 18:53 WIB
Pembangunan di Jakarta. (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2015 hanya 4,7 persen year on year (yoy) atau melambat bila dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yakni 5,14 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, untuk quartal to quartal (QtQ) pertumbuhan ekonomi turun 0,18 persen. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menentukan atau memengaruhi kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia ini.

"Angka 4,7 persen itu ada tiga pengaruhnya ke pertumbuhan ekonomi kita, paling utama negara-negara tujuan ekspor/impor (partner Indonesia) yang cukup dominan seperti Cina pertumbuhan ekonominya menurun dari 7,4 persen ke 7 persen. Kemudian Singapura yang turun dari 4,9 persen ke 2,1 persen. Itu yang memengaruhi," terang Suryamin di kantor BPS, Selasa (5/5/2015).

Selain itu ada faktor lainnya yang mengakibatkan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni faktor produksi dan faktor pengeluaran yang dinilai Suryamin membuat ekonomi di Indonesia semakin terpuruk.

Suryamin menjelaskan, jika dilihat dari sisi produksi maka bisa dilihat produksi pangan yang menurun akibat mundurnya musim tanam beberapa waktu lalu. Selain iu, produksi minyak mentah dan batu bara juga mengalami penurunan sehingga industri kilang minyak juga menurun.

"Distribusi perdagangan juga melambat karena menurunnya suplai barang impor. Serta kinerja konstruksi melambat terkait dengan terlambatnya realisasi belanja infrasruktur," jelasnya.

Load More