Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak memerintahkan penurunan harga bahan bakar minyak dalam waktu dekat.
"Kementerian ESDM baru diminta (Presiden) mengkaji kemungkinan perubahan harga BBM. Tidak ada sama sekali perintah (dari Presiden) menurunkan harga BBM," katanya dalam rilis dikutip di Jakarta, Sabtu (3/10/2015).
Menurut dia, sebagai penanggung jawab sektor ESDM, dirinya sudah meminta tim Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero) mengkaji manfaat dan mudharat jika harus melakukan penyesuaian harga BBM.
"Saya yakin kebijakan terbaik apapun adalah yang memberi manfaat lebih besar dibandingkan mudharatnya. Dan, Pak Presiden sepanjang interaksi saya selama ini, selalu menghormati 'judgement' profesional," ujarnya.
Said menambahkan, Presiden saat ini sedang terus mencari berbagai solusi bagaimana cara menggairahkan perekonomian yang sedang melambat.
"Kepada semua menteri diminta memikirkan stimulus ekonomi sesuai dengan bidang masing- masing," lanjutnya.
Pada Rabu (30/9/2015), Sudirman Said mengumumkan harga BBM pada periode Oktober-Desember 2015 tidak berubah atau tetap sama seperti sebelumnya yakni Premium di wilayah penugasan atau luar Jawa-Madura-Bali tetap Rp7.300 per liter, Solar subsidi Rp6.900 per liter, dan Minyak Tanah Rp2.500 per liter.
Alasannya, pemerintah ingin menjaga kestabilan perekonomian.
Pada saat itu, juga diumumkan penetapan periodisasi evaluasi harga BBM setiap tiga bulan sekali yang berlaku mulai 1 Oktober 2015. Dengan demikian, perubahan harga BBM baru akan dilakukan pada 1 Januari 2016.
Namun, pada Kamis (1/10/2015), Presiden Joko Widodo meminta dilakukan pengkajian kembali kemungkinan menurunkan harga BBM, terutama jenis Premium. Lalu, pada Jumat (2/10/2015), Presiden mengatakan, pemerintah akan mengumumkan apakah akan ada penurunan harga BBM atau tidak pada Senin (5/10/2015).
Tag
Berita Terkait
-
Pemilik Mobil Bensin Ramai-Ramai Pindah ke Kendaraan Listrik Saat Harga BBM Kian Mahal
-
Berubah per 1 Juni! Intip Rincian Harga Terbaru BBM Pertamina yang Resmi Turun Harga
-
Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026
-
Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter
-
Pertamax Turbo Naik, Harga BBM Pertamax Tetap Dibanderol Rp 12.300
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang