Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan menilai penguatan PT Asuransi Jasa Indonesia sebagai penanggung jawab satu-satunya dalam skema asuransi pertanian sangat diperlukan. Mengingat besarnya target yang ingin dicapai.
"Jika kita lihat target yang ingin dicapai dengan asuransi pertanian itu, Jasindo harus diperkuat," kata Deputi Komisioner Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Edi Setiadi di Jakarta, Kamis (15/10/2015).
APBN akan mengalokasikan dana awal asuransi pertanian sebesar Rp150 miliar. Ini akan mengcover hingga satu juta hektare lahan pertanian yang untuk sementara berjenis padi.
"Penguatan tersebut dibutuhkan karena begitu luasnya lahan yang harus dilindungi. Jika tidak akan mengganggu jalannya asuransi pertanian tersebut," kata dia.
Asuransi pertanian yang merupakan salah satu paket kebijakan dalam INBK yang dikeluarkan OJK tersebut akan dilakukan bertahap. Namun ketika ditanya untuk tahun 2015 berapa hektar yang akan dicover asuransi, dia tidak menjelaskannya secara rinci.
"Untuk tahun ini saya belum tahu berapa hektare, namun memang satu juta hektare itu, tidak mungkin sekarang, sehingga dilakukan secara bertahap," ujarnya.
Penguatan tersebut bisa juga dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas agen asuransi di daerah untuk mengumpulkan premi. Sehingga pihak yang perlu dilindungi bisa tercover. Serta pada kekuatan finansial dari Jasindo.
"Dengan penguatan tersebut nantinya diharapak berkembang ke komoditas selain padi dan luas areal yang dilindungi juga akan meningkat agar manfaat asuransi dirasakan oleh semua pihak," ujarnya.
Seperti diketahui, asuransi pertanian menggunakan skema subisidi sebesar 80 persen yang ditanggung pemerintah dari total premi Rp180.000 per hektare setiap musim tanam, sedangkan 20 persen ditanggung oleh petani.
Adapun, klaim yang akan didapat petani mencapai Rp6 juta per hektare setiap musim tanam apabila mereka mengalami gagal panen. Pada tahap awal, APBN yang dialokasikan untuk program ini Rp150 miliar.
Pihak OJK menaksir ada potensi kredit dari petani kepada lembaga keuangan hingga Rp6 triliun dalam tahap awal asuransi pertanian ini.
Sementara itu, penunjukkan Jasindo sebagai penanggung jawab asuransi pertanian didasarkan pada amanat Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2013 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
Dalam pasal 38 di dalam UU tersebut mengamanatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang asuransi untuk melaksanakan asuransi pertanian. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
APBN Jadi 'Bemper', Menko Airlangga: MBG Itu Investasi 1 Dolar Menghasilkan 7 Dolar
-
BRI Gelar Silaturahmi Ramadan, Bahas Outlook Ekonomi dan Laba Rp57,1 Triliun
-
Obral 10 Blok Migas Baru, ESDM Rayu Investor Pakai Bagi Hasil Jumbo 50 Persen
-
Ambisi RI Jadi Raja Chip, Airlangga Targetkan 15.000 Talenta Semikonduktor
-
Bank-bank Kecil Berguguran di Tahun 2026, Pertanda Apa?
-
Stok BBM RI Tersedia Hanya 20 Hari Kedepan Imbas Konflik Timteng, Bahlil: Aman Sampai Lebaran!
-
Wujud Swasembada Pangan, Menteri Trenggono Cek Kesiapan Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul
-
Nominal BHR Ojol Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive 2026: Cek Jadwal Cairnya
-
IHSG Masih Rebound di Sesi I, 630 Saham Meroket
-
Antisipasi Perang, Pemerintah Mulai Impor Minyak AS dan Bangun Storage Baru