Suara.com - Kekhawatiran tentang penjualan ritel AS dan kemerosotan harga minyak mengirim saham-saham di Wall Street pada Rabu (Kamis pagi WIB 12/11/2015) berakhir lebih rendah.
Laporan kuartal ketiga suram oleh jaringan toko serba ada (department store) Macy's, yang memangkas proyeksi akhir tahunnya, merembet melalui industri ritel yang lebih luas.
Kemerosotan lain dalam harga minyak, didorong sebuah laporan baru tentang lonjakan besar pada stok AS, sementara itu juga mengirim saham-saham perusahaan minyak berjatuhan.
Dow Jones Industrial Average berakhir turun 55,99 poin (0,32 persen) menjadi 17.702,22.
Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 6,72 poin (0,32 persen) menjadi ditutup 2.075,00, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq kehilangan 16,22 (0,32 persen) menjadi 5.067,02.
Perdagangan lebih ringan karena liburan Hari Veteran -- yang melihat pasar obligasi ditutup -- dan para analis mengatakan investor tetap berhati-hati setelah kenaikan enam minggu berturut-turut.
"Mengingatkan trick-or-treaters (seseorang biasanya seorang anak, yang pergi dari pintu ke pintu dengan kostum Halloween meminta permen atau lainnya) yang terlalu bernafsu pada gula-gula Halloween, pasar ekuitas sekarang tampaknya mencerna pesta pemulihan harga yang dinikmati di Oktober," kata Sam Stovall dari C&P Capital IQ.
Laporan triwulan Macy's tampak mengambi alih sentimen. Sahamnya anjlok 14 persen setelah melaporkan pendapatan kuartalan turun 5,2 persen dan memangkas perkiraan laba setahun penuh sebesar 10 persen. Macy's mengatakan pembeli AS dan internasional telah memotong kembali belanja mereka.
Pengecer lainnya juga terpukul setelah itu, dengan Target kehilangan 3,0 persen, Wal-Mart merosot 1,9 persen dan Nordstrom berkurang 3,7 persen.
Perusahaan-perusahan minyak jatuh karena penurunan tiga persen dalam harga minyak, dengan ExxonMobil menyerah 0,9 persen, Chevron turun 1,1 persen dan ConocoPhillips turun 2,2 persen.
Konfirmasi yang lama ditunggu-tunggu Anheuser-Busch InBev mengambilalih saingannya SABMiller, pada harga 121 miliar dolar AS, mendorong saham AB InBev naik 2,8 persen dan SABMiller ini, diperdagangkan di London, naik 1,9 persen.
Sementara itu, Molson Coors Brewing, yang akan mengambil kontrol penuh MillerCoors sebesar 12 miliar dolar AS sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih besar, melonjak 4,4 persen.
Penjualan ekstravaganza daring tahunan "Singles Day" Tiongkok memecahkan rekor baru, tetapi itu tidak memberi hasil bagi para pemegang saham dari dua peritel daring raksasa penting yang terlibat: Alibaba turun 1,9 persen dan JD.com kehilangan 1,1 persen. (Antara)
Berita Terkait
-
IHSG Terus Menguat ke Level 8.200 di Sesi I, PIPA Hingga PADI ARA
-
Daftar Saham Milik Pengusaha Elite yang Temui Presiden Prabowo Pekan Ini
-
Target Harga BBTN, Usai Laba Bersih Saham BTN Lampaui Ekspektasi
-
IHSG Betah di Level 8.100 pada Rabu Pagi, Cek Saham-saham Pilihan
-
Daftar Saham Lepas Gembok BEI Hari Ini, Bisa Diperdagangkan IHSG
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Pansel Jamin Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Bebas Nepotisme
-
IHSG Terus Menguat ke Level 8.200 di Sesi I, PIPA Hingga PADI ARA
-
BPDP Ungkap Penerimaan Ekspor Sawit Tembus Rp 31 Triliun di 2025
-
Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran
-
Nasib Apes Emiten Udang Kaesang, PMMP Rugi Rp1,9 Triliun dan Ekuitas Minus di 2025
-
Syarat Jadi Bos OJK: Bukan Pengurus Partai dan Tidak Pernah Dipidana!
-
Dilema Diskon Tiket Lebaran: Saat Pemerintah Kalah Cepat dari Tombol "Checkout" Pemudik
-
BCA Syariah Catat Laba Rp212 Miliar, Ini Pendorongnya
-
PLN Mobile dan Ekosistem EV: Jalan Baru Layanan Kelistrikan di Era Transisi Energi
-
Pendaftaran Calon Ketua OJK Dibuka, Menkeu Purbaya Jadi Ketua Pansel