Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde, pada Kamis (5/2/2016) memperingatkan bahwa pelambatan di negara-negara berkembang bisa menyebabkan meningkatnya ketidaksetaraan dalam ekonomi global.
"Segera setelah pendinginan ekonomi Cina dan anjloknya harga-harga komoditas, negara-negara berkembang akan melihat pertumbuhan yang goyah dan menghadapi kenyataan pahit baru," kata Lagarde dalam sebuah pidato di Universitas Maryland.
Dalam teks yang sudah disiapkan untuk pidatonya, Lagarde mengatakan tingkat pertumbuhan turun, arus modal telah berbalik, dan prospek jangka menengah telah memburuk tajam.
Cina sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, katanya, mencatat pertumbuhan terlemah dalam seperempat abad pada 2015. Sedangkan kekuatan ekonomi dunia lainnya, Brasil dan Rusia juga masih berada dalam resesi.
IMF sekarang memproyeksikan bahwa tingkat pendapatan negara-negara berkembang dan negara bertumbuh pesat akan konvergen ke tingkat ekonomi maju pada kurang dari dua pertiga kecepatan yang diperkirakan satu dekade lalu.
"Ini berarti bahwa jutaan orang miskin akan menemukan diri mereka lebih sulit untuk maju. Dan anggota kelas menengah baru menemukan harapan mereka tak terpenuhi," katanya.
Ia mengingatkan konsekuensi dari pelambatan global yang saling berhubungan tidak akan hanya ekonomi. Risiko kenaikan ketidaksetaraan, proteksionisme, dan populisme akan menyertai kondisi ini.
Untuk mengatasi pelemahan global yang terus meningkat, ketua IMF merekomendasikan negara-negara berkembang, terutama mereka yang mengekspor komoditas, untuk meningkatkan kebijakan belanja mereka dan meningkatkan pendapatan non-komoditas guna membuat penyesuaian anggaran mereka "kurang menyakitkan."
Dan untuk meningkatkan pertumbuhan, Lagarde meminta negara maju dan negara berkembang untuk meningkatkan upaya-upaya membuka sistem perdagangan global "serta mendorong integrasi perdagangan melalui perjanjian regional dan multilateral."
Kamis pagi, kesepakatan perdagangan terbesar dalam sejarah ditandatangani 12 negara yang tergabung dalam Kemitraan Trans Pasifik. Kemitraan ini disebut bertujuan untuk memangkas tarif dan hambatan perdagangan bagi 40 persen dari ekonomi global. Inisiatif yang dipimpin AS, tidak termasuk Cina, membutuhkan ratifikasi oleh negara-negara anggota sebelum berlaku efektif. (Antara/AFP)
Berita Terkait
-
Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF
-
Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS
-
Jelang Hari Buruh, Ketimpangan Upah dan Rentannya Pekerja Informal Disorot
-
Keterlibatan Perempuan di Energi Terbarukan Masih di Bawah 15 Persen, Apa Sebabnya?
-
Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham
-
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta
-
Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram
-
Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM