- IMF mengimbau negara-negara berhati-hati mengelola keuangan di tengah ketegangan dagang global yang meningkat.
- Ada empat fokus kebijakan IMF: penguatan fiskal, stabilitas harga, kewaspadaan sektor keuangan, dan reformasi struktural berkelanjutan.
- IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global 2025 melambat menjadi 3,2% akibat risiko perang dagang dan ketidakpastian ekonom
Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) menggandeng Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral menyepakati agenda kebijakan global.
Salah satunya yang berisi langkah-langkah menjaga stabilitas dan memperkuat resiliensi pertumbuhan di tengah ketidakpastian yang masih tinggi.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva merekomendasikan empat arah kebijakan utama.
Pertama, setiap negara didorong untuk menerapkan pengelolaan keuangan negara jangka menengah yang lebih berhati-hati guna memperkuat ketahanan fiskal tanpa mengorbankan investasi dan belanja sosial.
Kedua, bank sentral perlu menjaga stabilitas harga dengan tetap menjaga independensi dan transparansi.
Ketiga, kebijakan di sektor keuangan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko pasar dan keterkaitan antar lembaga keuangan.
"Keempat, reformasi struktural diarahkan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui perbaikan iklim usaha, penguatan tata kelola, pemberantasan korupsi, penyederhanaan regulasi, pengembangan pasar modal, serta peningkatan kewirausahaan dan daya saing," bebernya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Dia pun memperingatkan bahwa perang dagang berskala besar dapat berdampak negatif terhadap perekonomian global, termasuk meningkatkan inflasi, menekan pertumbuhan, dan mengurangi lapangan kerja.
Apalagi, ketegangan kembali meningkat minggu lalu ketika China memberlakukan kontrol ekspor baru atas logam tanah jarang yang penting bagi sektor teknologi, dan Amerika Serikat membalas dengan tarif 100 persen terhadap impor China.
Baca Juga: Menteri Keuangan Puji Penyerapan Anggaran Kementerian PU
"Jika ketegangan dagang meningkat kembali, tentu dampaknya akan negatif. Itulah sebabnya kami mengatakan tolong jangan lakukan itu. Ini bukan tindakan yang sehat," bebernya.
Sementara itu, IMF memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil global sebesar 3,2 persen pada 2025, sedikit lebih rendah dari 3,3 persen pada 2024.
Untuk itu, Pertemuan IMF menghasilkan Pernyataan Ketua IMFC (IMFC Chair's Statement) yang merangkum pembahasan utama.
Salah satunya meliputi kondisi terkini ekonomi global, arah kebijakan yang perlu ditempuh, serta perkembangan berbagai isu yang tengah menjadi perhatian IMF.
Berita Terkait
-
Ramai Gagasan Luhut soal Family Office, Ini Contohnya di Berbagai Negara
-
Apa Itu Family Office yang Diusulkan Luhut Pandjaitan? Menkeu Purbaya Menolak Modali dengan APBN
-
Warisan Utang Proyek Jokowi Bikin Menkeu Purbaya Pusing: Untungnya ke Mereka, Susahnya ke Kita!
-
Dikritik 'Cawe-Cawe' Bank BUMN, Menkeu Purbaya: Saya Dewas Danantara!
-
Tekstil RI Suram, Pengusaha Minta Tolong ke Menkeu Purbaya
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026
-
Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara
-
Isu Gaji Pensiunan PNS Dirapel dan Cair Cepat, PT Taspen Ungkap Info Terbaru
-
Kinerja Kontrak ADHI Tumbuh 131,5 Persen Pada Kuartal I, Mayoritas Proyek Pemerintah
-
Harga Minyak Goreng Naik Hampir di Seluruh Indonesia
-
BRI Integrasikan Keuangan Berkelanjutan, Perkuat Komitmen Sosial dan Lingkungan