Harga minyak dunia melonjak pada Jumat (12/2/2016) atau Sabtu pagi waktu Indonesia barat, menyusul laporan bahwa OPEC bersedia untuk mengatur pembatasan produksi. Kebijakan ini dinilai bisa mengurangi kelebihan pasokan global.
Patokan AS di New York Mercantile Exchange, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik hingga 3,23 dolar AS (12,3 persen) dan ditutup di 29,44 dolar AS per barel. Kontrak WTI telah kehilangan lebih dari 4 dolar AS dalam empat sesi sebelumnya, tenggelam ke tingkat terendah sejak Mei 2003.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman April, patokan Eropa, menetap pada 33,36 dolar AS per barel di London, naik 3,30 dolar AS (11 persen) dari tingkat penutupan Kamis.
Pemicu utama kenaikan ini adalah laporan Wall Street Journal bahwa Menteri Perminyakan Uni Emirat Arab (UAE) Suhail Al Mazrouei mengatakan kartel OPEC bersedia bekerja sama dengan produsen-produsen lain untuk memangkas produksi minyak mentah.
Laporan yang tampaknya berdasarkan tweet wartawan dari wawancara menteri dengan Sky News Arabia. Tapi itu cukup untuk memicu perubahan besar di pasar. James Williams dari WTRG Economics mendiskon laporan tersebut.
"Kami memiliki seri lain dari rumor tentang OPEC berdasarkan komentar dari UAE dan upaya lain untuk mendukung harga dari Venezuela, yang telah mempertimbangkan kembali permintaannya dan hanya meminta OPEC dan eksportir non-OPEC setuju tidak meningkatkan produksi," katanya.
Bart Melek dari TD Securities mengatakan penurunan enam persen dalam kegiatan pengeboran minyak mentah AS yang dilaporkan oleh Baker Hughes juga memperkuat sentimen pasar.
Jumlah rig AS yang beroperasi turun 28 rig menjadi 439 rig pada pekan lalu, serendah pada 2010, kata Melek.
Jadi pada akhirnya, lanjut Melek, kita harus mengharapkan produksi yang lebih rendah. Dan dengan produksi rendah di AS, itu lebih mungkin Arab Saudi dan anggota OPEC lainnya mungkin ingin menurunkan produksi. (Antara/AFP)
Tag
Berita Terkait
-
Harga Minyak Stabil Pasca Kenaikan Ekstrem Imbas Krisis Iran, AS dan Venezuela
-
Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia
-
Ekspor Venezuela Meluncur, Tren Kenaikan Harga Minyak Terhenti
-
Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu
-
Ketegangan Iran Picu Kenaikan Harga Minyak, Brent Tembus 64 Dolar AS per Barel
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
-
Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan
-
Aliran Uang PT Dana Syariah Indonesia Diduga Masuk ke Rekening Direksi
-
Cadangan Hidrokarbon Ditemukan di Sumur Mustang Hitam, Riau
-
OJK Ungkap Dana Syariah Indonesia Terlibat Proyek Fiktif Hingga Skema Ponzi
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan
-
Harga Minyak Stabil Pasca Kenaikan Ekstrem Imbas Krisis Iran, AS dan Venezuela
-
Harga Emas Batangan Antam Terkoreksi Jelang Akhir Pekan
-
Target Harga PTBA, Sahamnya Bisa Ulangi Level Tinggi Tahun 2025?
-
Sosok Pemegang Saham FUTR: Penentu Strategi PT Futura Energi Global Tbk