Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani [suara.com/Nikolaus Tolen]
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani berharap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia. Dengan demikian, gerakan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo terwujud.
"Saya berharap BPJS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat segera ditingkatkan, memberikan hal-hal yang berkaitan dengan gerakan nasional revolusi mental," kata Puan saat hadir dalam acara deklarasi Gerakan Nasional Revolusi Mental BPJS Ketenagakerjaan di gedung BPJS, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (23/3/2016).
Putri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri memberi contoh sederhana revolusi mental. Apabila empat ribu tenaga kerja kantor BPJS di seluruh Indonesia saling melayani, sebenarnya revolusi mental sedang berlangsung.
"Misalnya, bagaimana kita bisa merangkul seluruh karyawan, saling melayani, dan bagaimana lingkungan kantor jadi bersih, tidak buang sampah sembarangan, kebun atau halaman dipenuhi pohon. Contoh simpel itu ada salah satu gerakan nasional revolusi mental," kata Puan.
Dia berharap visi dan misi BPJS dapat dilaksanakan. Dengan demikian masyarakat merasakan manfaatnya.
"Yang terpenting dan paling ditunggu adalah akan ada implementasi, monitoringnya dari kita semua, agar kesejahteraan masyarakat Indonesia semakin baik. Tidak boleh stop pada hari ini saja, bukan hanya acara seremonial saja, tapi apa yang bisa kita berikan kepada publik, itu yang harus dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan," kata Puan.
"Saya berharap BPJS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat segera ditingkatkan, memberikan hal-hal yang berkaitan dengan gerakan nasional revolusi mental," kata Puan saat hadir dalam acara deklarasi Gerakan Nasional Revolusi Mental BPJS Ketenagakerjaan di gedung BPJS, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (23/3/2016).
Putri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri memberi contoh sederhana revolusi mental. Apabila empat ribu tenaga kerja kantor BPJS di seluruh Indonesia saling melayani, sebenarnya revolusi mental sedang berlangsung.
"Misalnya, bagaimana kita bisa merangkul seluruh karyawan, saling melayani, dan bagaimana lingkungan kantor jadi bersih, tidak buang sampah sembarangan, kebun atau halaman dipenuhi pohon. Contoh simpel itu ada salah satu gerakan nasional revolusi mental," kata Puan.
Dia berharap visi dan misi BPJS dapat dilaksanakan. Dengan demikian masyarakat merasakan manfaatnya.
"Yang terpenting dan paling ditunggu adalah akan ada implementasi, monitoringnya dari kita semua, agar kesejahteraan masyarakat Indonesia semakin baik. Tidak boleh stop pada hari ini saja, bukan hanya acara seremonial saja, tapi apa yang bisa kita berikan kepada publik, itu yang harus dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan," kata Puan.
Komentar
Berita Terkait
-
Pemerintah Dinilai Masih Pelit Pada Penerima PBI BPJS Kesehatan
-
Pegawai Kontrak DKI Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan
-
Disinggung Gaji Rp350 Juta per Bulan, Dirut Baru BPJS Berkelit
-
Nasdem Pertanyakan Mutasi Besar-besaran di BPJS Ketenagakerjaan
-
Dewas BPJS Ketenagakerjaan Diminta Jangan Cuma Jadi Simbol
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000
-
Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan
-
Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah
-
Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?
-
Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II
-
METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru
-
Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain
-
Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah
-
Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks
-
IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau