Suara.com - Direktur Riset dan Ekonom Senior Kenta Institute Eric Sugandi menyatakan bahwa kebijakan pemerintah mencabut subsidi listrik dengan penaikan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) memang terkesan tidak sinkron. Kondisi ini karena pemerintah tidak mempunyai banyak pilihan ditengah pilihan kebijakan ekonomi yang begitu terbatas.
"Memang kesannya tidak sinkron. Walaupun kalau dibilang bertentangan tidak juga," kata Eric saat dihubungi Suara.com, Senin (11/4/2016).
Eric memahami keputusan Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro menaikkan batas atas PTKP. Tujuannya memang untuk memacu daya beli, gairah dunia usaha hingga pertumbuhan ekonomi. "Pilian ini merupakan konsekuensi terlalu tingginya target penerimaan pajak kita pada tahun ini yang tidak realistis dengan situasi ekonomi global maupun nasional," ujar Eric.
Disisi lain, ia melihat belanja subsidi energi, termasuk listrik masih cukup besar. Padahal target penerimaan pajak tahun ini cukup besar peluangnya untuk tidak mencapai target. Akibatnya banyak pemangkasan pengeluaran negara yang harus ditempuh pemerintah. "Saya kira ini salah satu latar belakang mengapa penghapusan subsidi listrik untuk golongan rumah tangga 900 VA terpaksa dilakukan tahun ini. Tapi saya yakin kebijakan ini tak akan memukul terlalu jatuh daya beli masyarakat saat ini," tutup Eric.
Sebagaimana diketahui, mulai 1 Juni atau 1 Juli 2016, pemerintah bakal mencabut subsidi listrik untuk golongan pelanggan 900 VA. Menurut data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, jumlah pelanggan golongan ini mencapai 22 juta pelanggan. Dari jumlah tersebut, yang berhak menerima subsidi listrik hanyalah 4 juta pelanggan. Artinya ada 18 juta pelanggan yang tak berhak menerima subsidi listrik. Kondisi inilah yang mendorong pemerintah mencabut subsidi listrik.
Mengacu data Kementerian Keuangan, subsidi listrik yang dialokasikan pemerintah memang terus menurun dalam 3 tahun terakhir. Pada tahun 2014, subsidi energi yang dialokasikan mencapai Rp101,82 triliun dimana 42,42 persen diantaranya adalah subsidi listrik. Memasuki tahun 2015, subsidi energi yang dialokasikan mencapai Rp73,15 triliun dimana 53,07 persen diantaranya adalah subsidi listrik. Selanjutnya pada tahun ini, subsidi energi yang dialokasikan hanya mencapai Rp38,39 triliun dimana 37,61 persen diantaranya adalah subsidi listrik.
Berita Terkait
-
Prabowo Tegaskan Pemerintah Fokus Kendaraan Listrik dan Sebut Nama Toyota
-
Robot Power Bank Jadi Solusi Pengisian Daya Mobil Listrik Tanpa Harus Antre SPKLU di Tiongkok
-
Diduga Korsleting Listrik, Mobil Terbakar di Tol Cikampek
-
Kejutan Jelang Lebaran 2026: BYD Atto 1 Sukses Asapi Penjualan LCGC Sejuta Umat
-
22 Bengkel Siaga Disiapkan, Mudik Pakai Chery Bisa Lebih Tenang Tanpa Antre Isi Bensin
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China
-
Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!
-
Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat
-
BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo
-
5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis
-
Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun