Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (2/5/2016) ditutup turun sebesar 30 poin atau 0,63 persen ke level 4.808 setelah bergerak di antara 4.770-4.835. Sebanyak 135 saham naik, 192 saham turun, 73 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp 4,1 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) Rp 503,91 miliar.
Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan resmi Managing Partner PT. Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe, Selasa (3/5/2016).
Pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat terbatas setelah Institute for Supply Management (ISM) melaporkan indeks aktivitas manufaktur turun menjadi 50,8 di bulan April dari bulan sebelumnya 51,8. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 51,6. Meski angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, namun sektor manufaktur AS terlihat melambat. Pelambatan tersebut menjadi indikasi penguatan sebelumnya masih rentan. Indeks pesanan baru turun menjadi 55,8 dari sebelumnya 58,3. "Sementara indeks tenaga kerja naik 1,1 poin namun masih menunjukkan kontraksi 49,2," kata Kiswoyo.
Data terpisah yang dirilis menunjukkan belanja sektor konstruksi naik 0,3 persen di bulan Maret, setelah bulan sebelumnya turun 0,5 persen. Namun kenaikan tersebut masih di bawah ekspektasi ekonom sebesar 0,5 persen. Dollar terpantau masih tertekan merepson data ini, indeks dollar berada dikisaran 92,780 dengan level tertinggi intraday 93,090. Dow Jones ditutup naik 0.66 persen, Nasadaq naik 0.92 persen dan S&P Indek naik 0.78 persen.
Pasar saham kawasan Eropa ditutup bervariasi. Data Manufacturing PMI Eropa bulan April yang mencatatkan hasil 51.7 lebih tinggi dari prediksi ekonom pada 51.5, juga naik dari hasil sebelumnya pada 51.6. FTSE di Inggris ditutup melemah 1.27 persen, DAX Jerman naik 0.96 persen dan CAC Perancis naik 0.55 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) pada April 2016 mengalami deflasi sebesar 0,45 persen. Kepala BPS Suryamin mengatakan, ini adalah deflasi terbesar sejak tahun 2000. Sejak tahun 2000, April 2016 paling tinggi deflasinya. Ini hanya kalah dari tahun 1999, yang waktu itu deflasinya 0,68 persen. Inflasi Januari-April sebesar 0,16 persen. Sementara inflasi tahun ke ta-hun sebesar 3,6 persen. Inflasi komponen inti tercatat sebesar 0,15 persen, dan inflasi komponen inti tahun ke tahun sebesar 3,41 persen. Dari 81 kota IHK, sebanyak 77 kota mengalami deflasi, sedangkan lima kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 0,45 persen.
"IHSG hari ini kami prediksi akan bergerak di range 4750 - 4950," tutup Kiswoyo.
Berita Terkait
-
IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan
-
IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan
-
Wall Street Pecah Rekor di Tengah Harapan Damainya Perang, Berimbas ke IHSG?
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar
-
Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik, ESDM Ungkap Penyebabnya