Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR kemarin, Senin (13/6/2016), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan arus investasi di tanah air. Beberapa hal yang disampaikan adalah peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan BKPM untuk mendorong peningkatan investasi baik asing maupun domestik. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung realisasi investasi tahun 2017 sebesar Rp631,5 triliun.
Franky Sibarani menyampaikan beberapa kegiatan yang akan dilakukan di antaranya pengembangan sistem pelayanan penanaman modal secara online, penambahan sarana dan prasarana pendukung PTSP pusat, pembuatan peta potensi investasi untuk mengembangkan investasi di sektor-sektor strategis, kegiatan penayangan iklan informasi kewajiban penyampaian laporan kewajiban penanaman modal bagi perusahaan serta kegiatan branding informasi sebagai tujuan investasi.
”Langkah-langkah yang akan dijalankan dalam rangka peningkatkan investasi di antaranya adalah peningkatan pelayanan perizinan investasi seperti izin investasi 3 jam, KLIK dan percepatan jalur hijau,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Senin (13/6/2016).
Franky juga menyampaikan bahwa selain peningkatan pelayanan perizinan, BKPM juga melakukan berbagai program seperti debottlenecking, pemberikan insentif dan tambahan cakupan produk dalam fasilitas tax allowance bagi investor padat karya serta perbaikan iklim investasi melalui perbaikan kemudahan
Rapat dengar pendapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Natawijana dan dihadiri oleh pejabat eselon I dan II BKPM. Rapat tersebut dibuka untuk umum, sehingga masyarakat dapat secara langsung mengetahui berbagai program yang akan dilaksanakan oleh instansi yang menjalankan amanat koordinasi penanaman modal menurut UU Nomor 25 tahun 2007 tersebut.
Dalam RDP tersebut, Kepala BKPM juga mengakui bahwa salah satu problem terbesar investor di Indonesia dalah masalah persepsi karena masih ada persepsi izin di Indonesia sulit, maka kami mencoba melakukan komunikasi secara aktif dengan kemudahan layanan yang dilakukan di PTSP pusat.
”Beberapa hal yang dilakukan kami membuat testimoni dari perusahaan-perusahaan yang sudah mengurus pelayanan di PTSP pusat dan izin investasi 3 jam dan kami upload di akun youtube kami. Ini ditujukan untuk mengubah perspesi investor yang masih menganggap perizinan di Indonesia sulit,” urainya.
Kepala BKPM juga menyampaikan kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK) yang diharapkan juga akan terus berkembang di tahun 2017. ”Untuk saat ini baru 14 kawasan industri yang mengimplementasikan KLIK dan 43 proyek yang memanfaatkan fasilitas ini, diharapkan tahun depan akan terus meningkat jumlah kawasan industri yang mengimplementasikan kemudahan ini,” sebutnya.
Dalam RDP tersebut, beberapa hal yang ditanyakan oleh anggota DPR terkait capaian realisasi investasi. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah terkait upaya BKPM untuk mengantisipasi tidak tercapainya target realisasi investasi. Kepala BKPM menjelaskan bahwa dalam periode kuartal pertama tahun 2016, capaian realisasi investasi sebesar Rp146,5 triliun atau 24,6 persen dari target. ”Dengan capaian kuartal pertama tahun ini yang positif, kami optimistis terhadap pencapaian target realisasi investasi tahun ini,” pungkasnya.
Di akhir rapat, Komisi VI DPR mengeluarkan hasil putusan RDP Komisi VI DPR dengan BKPM dimana hasil putusan tersebut akan disampaikan ke Badan Anggaran DPR RI untuk dibahas sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan.
Berita Terkait
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Investasi Tanpa Modal? BRI Tawarkan 'Modal Awal' Gratis Lewat BRImo
-
Dari Edukasi ke Prestasi, Fintech Ini 4 Tahun Beruntun Jadi yang Terbaik
-
Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai
-
Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan
-
JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit
-
Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global
-
WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran