Upaya pemerintah untuk mendorong industri substitusi impor dan orientasi ekspor dalam rangka meningkatkan daya saing mulai menunjukkan hasilnya. Hal ini ditandai dengan ekspansi yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. di Cilegon, Provinsi Banten senilai 460 juta Dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp6,2 triliun dengan kurs per dolar AS Rp 13.500. Ekspansi yang dilakukan adalah pembangunan pabrik kedua Hot Strip Mill 2 yang akan menambah jumlah produksi baja lembaran panas atau Hot Rolled Coil (HRC) sebanyak 1,5 juta ton per tahun.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyampaikan bahwa perluasan pabrik Krakatau Steel yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2019 diharapkan mampu mengatasi defisit baja nasional termasuk mengurangi defisit neraca perdagangan akibat impor baja yang mencapai 7,2 miliar pada tahun 2014.
“Perluasan yang dilakukan oleh Krakatau Steel sangat positif dalam mendorong pengembangan kapasitas industri baja di dalam negeri,” ujarnya saat acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik kedua Hot Strip Mill 2 di Cilegon, Senin, (22/8/2016).
Menurut Lembong, proyek perluasan ini menunjukkan iklim investasi di Indonesia yang kondusif dan berdaya saing.
“Terlebih lagi industri baja merupakan salah satu prioritas dan mutlak diperlukan seiring dengan meningkatnya permintaan akan baja untuk menyokong pengembangan industri otomotif nasional yang mana Indonesia saat ini merupakan pasar industri otomotif terbesar di ASEAN serta dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur yang semakin menggeliat,” lanjutnya.
Sebelumnya, telah ditandatangani Nota Kesepahaman antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan PT Krakatau Posco pada tanggal 12 Mei 2016 untuk pembangunan kluster baja tahap dua sebagai tahapan menuju target kapasitas produksi baja nasional sebesar 10 juta meter kubik per tahun. Oleh karenanya, groundbreaking pabrik kedua Hot Strip Mill 2 ini menandai dimulainya pembangunan kerjasama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan PT Krakatau Posco dalam meningkatkan produksi baja nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123