PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau yang dikenal dengan Pelindo III terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa kepelabuhanan. Oleh karena itu inovasi dan kreasi selalu dibutuhkan demi meningkatkan kualitas pelayananperusahaan plat merah tersebut. Guna mewujudkan hal tersebut, Pelindo III menggelar Rapat Kerja Raker)peningkatan pelayanan yang bertema “Innovation towards excellent service” menjadi wadah bagi semua unsur unit kerja untuk menjelaskan dan melaporkan kondisi eksisting, rencana kerja dan dukungan yang diperlukan baik masalahfasilitas, peralatan, pendanaan termasuk Sumber Daya manusia. Rapat tersebut dihadiri oleh Dewan Komisaris, Direksi Pelindo III, dan struktural satu tingkat dibawahDireksi yang diselenggarakan selama dua hari yaitu tanggal 22-23 Agustus 2016 bertempat di Hotel Bali Dynasty Resort, Bali.
Sebagai operator pelabuhan yang memiliki aktifitas utama berupa kegiatan bongkar muat barang dan pelayanan kapal serta arus mobilisasi manusia, maka dalam pelayanan jasa kepelabuhanan, operator dituntut memiliki minimum requirement yang dijadikan tolak ukur yang harus dipenuhi dalam menstandarisasikan jenis layanan yang diberikankepada pengguna jasa diseluruh wilayah kerja Pelindo III. Agar syarat tersebut dapat tercapai maka diperlukan dukungan semua pihak baik mulai dari pemegang saham, Direksi hingga para karyawan diseluruh unit kerja, baikcabang hingga kawasan untuk melakukan perbaikan tidak hanya layanan kepada pelanggan namun juga terkait dengan penyediaan infrastruktur dan fasilitas yang memadai.
Direktur Utama Pelindo III, Orias Petrus Moedak, dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa inovasi dan kreasi itu sangat dibutuhkan oleh semua perusahaan agar produknya selalu relevan dengan kebutuhan customer. “Di dunia bisnis, perusahaan yang terus melakukan inovasi akan mampu bertahan dalam persaingan pasar dan bisa menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut,”ujarnya. “Peningkatan layanan dengan cara perbaikan sejumlah fasilitas dan infrastruktur lebih difokuskan pada sepuluh pelabuhan cabang utamanya di wilayah timur Indonesia termasuk perbaikan terminal penumpangnya,” tambahnya dalam keterangan tertulis, (Rabu (24/8/2016).
Pembangunan Terminal Penumpang Kapal Laut Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak merupakan wujud nyata Pelindo III dalam memberikan pelayananterbaik kepada para penumpang kapal laut dengan berbagai fasilitas kenyamanan yang tersedia sebagaimana setara dengan fasilitas di bandara. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi yang diberikan kepada para pengguna jasanya.
U. Saefudin Noer, Direktur Keuangan Pelindo III juga menyampaikan bahwa para General Manager cabang harus berfikir tentang pelabuhan yang dikelolanya selama dua puluh lima tahun ke depan. “Rencana perbaikan harus segera dilakukan karena hal tersebut merupakan bentuk investasi jangka panjang,” ungkapnya. “Dukungan pendanaan juga sudah disiapkan oleh manajemen” imbuhnya lagi.
Tidak hanya itu, inovasi berbasis teknologi saat ini juga sedang dilakukan yaitu Information Communication Technologi (ICT) based enterprise yang dikerjakan oleh Pelindo III akan segera terealisasi dan go live pada awal 2017 nanti. Diharapkan dengan berbagai inovasi yang dilakukan akan memberi kemudahan bagi stakeholderpelabuhan.
Pelindo III adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang jasa Kepelabuhanan. Tugas, wewenang dan tanggung jawab Pelindo III mengelola 43 pelabuhan yang tersebar di 7 provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, serta memiliki 10 anak perusahaan dan afiliasi.
Pelindo III menjalankan bisnis inti sebagai penyedia fasilitas jasa kepelabuhanan yang memiliki peran kunci guna menjamin kelangsungan dan kelancaran angkutan laut. Dengan tersedianya prasarana transportasi laut yang memadai, Pelindo III mampu menggerakkan serta mendorong kegiatan ekonomi negara dan masyarakat.
Berita Terkait
-
Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok
-
Ilmuwan Temukan Spons Laut yang Bisa Bersihkan Pelabuhan Tercemar
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Tanker Gas Amerika Serikat di Mesir Diserang Drone, Meledak Keras
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan