Suara.com - Asisten Menteri untuk Wakil Perdana Menteri Australia Luke Hartsuyker mengunjungi perusahaan penggemukan sapi atau feedloter PT Juang Jaya Abdi Alam (JJAA), di Lampung Selatan.
Rombongan itu sempat mengunjungi kandang untuk melihat secara langsung proses penggemukan sapi dan mendapatkan penjelasan dari General Manajer PT JJAA Wiliam. Kunjungan tersebut dalam rangka kerja sama antara pemerintah Australia dan Indonesia di sektor peternakan khususnya sapi dan daging merah.
"Kunjungan saya ke tempat penggemukan sapi ini dalam rangka meningkatkan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Australia di bidang peternakan," katanya, Senin (6/3/2017).
Ia mengakui senang dapat mengunjungi secara langsung tempat penggemukan sapi di PT JJAA dan diharapkan kerja sama di bidang peternakan antara Australia dan Indonesia akan terus berlanjut.
"Kami memiliki industri peternakan yang sangat maju dengan kapasitas produksi cukup besar. Sedangkan Indonesia memiliki keahlian dalam bidang penggemukan sapi, sehingga kerja sama ini sangat baik untuk kedua negara," ujarnya.
Asisten Menteri untuk Wakil Perdana Menteri Australia itu menjelaskan, kedua negara memiliki tujuan bersama di sektor peternakan.
Australia, lanjutnya, dapat membantu di bidang keamanan pangan dan hal tersebut sangat penting bagi Indonesia.
"Kerja sama ini sangat penting bagi kedua negara," kata Luke.
Indonesia, menurutnya, merupakan pangsa pasar ternak sapi hidup terpenting dan terbesar Australia dengan ekspor sapi hidup sebesar 616.000 ekor pada 2016.
Baca Juga: Nokia 3310 Terbaru 'Kehilangan' Fitur Penting
Luke Hartsuyker mengatakan Australia dan Indonesia saat ini memiliki kerja sama yang cukup kuat dan keras di sektor daging merah dan ternak sapi.
Pihaknya juga membantu di bidang pengembangan keahlian ternak kepada Pemerintah Indonesia.
Kerja sama juga tak hanya sebatas jual beli hewan ternak saja, tetapi juga 'skill' bagi warga Indonesia untuk pengembangan hewan ternak.
"Kami saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, terutama bidang ternak. Saat ini kami kerja sama untuk kebijakan yang komprehensif bagi kedua belah negara dan sangat optimistis peluang kerja sama baru akan terwujud," katanya.
Ia menambahkan, peluang kerja sama itu diharapkan akan terealisasi saat pertemuan bisnis antara kedua negara Selasa (7/3) besok yang dihadiri menteri Australia. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?
-
Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang