Suara.com - Kemiskinan kerap dikaitkan dengan tingkat konsumtif masyarakatnya. Uniknya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan rokok menjadi salah satu penyebab utama kondisi kehidupan masyarakat di Provinsi Bengkulu terjebak pada garis kemiskinan.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu Dyah Anugrah Kuswardani di Bengkulu, menyebutkan bahwa rokok berada di posisi kedua teratas setelah beras dalam menyumbang kemiskinan atau dengan porsi yang mencapai sekitar 13 persen.
"Kalau beras bisa diupayakan pemerintah dengan berbagai program bantuan, seperti beras sejahtera, kalau rokok tidak. Jadi bisa di bilang, andil tertinggi bisa berada pada rokok," kata dia, Jumat (5/1/2018).
Jika lebih terperinci lagi, ujar dia, kemiskinan perkotaan di Bengkulu, yang tertinggi didorong oleh komoditas beras sebesar 16,46 persen dan di posisi kedua adalah rokok dengan menyumbang sekitar 13,5 persen.
Hampir sama dengan perkotaan, ujar dia, di perdesaan penyumbang tertinggi juga beras dengan porsi 25,47 persen dan di posisi kedua juga rokok dengan angka serupa, yakni sebesar 12,25 persen.
"Jika dilihat proporsi rokok, baik di kota maupun desa, angkanya sama. Ini menunjukkan bahwa rokok ikut menjadi komponen utama di Provinsi Bengkulu menyebabkan masyarakat tetap berada di garis kemiskinan," kata dia.
Sampai September 2017, kata Dyah, jumlah penduduk miskin Provinsi Bengkulu yakni sebanyak 302.620 orang atau sekitar 15,59 persen dari total jumlah penduduk di daerah itu.
Untuk perdesaan dicatat terdapat 205.470 penduduk miskin atau sekitar 15,67 persen dan perkotaan sebanyak 15,41 persen dari total penduduk atau 97.150 jiwa.
"Kita bersyukur pada 2017 ini kemiskinan Bengkulu turun sekitar 1,44 persen dibandingkan dengan 2016 lalu, tapi penyumbang tertinggi terbesar tetap beras dan rokok," tutupnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya
-
Acer Day 2026 Bawa Swift Air 14 AI, Laptop AI Tipis dengan Performa Intel Core Ultra
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
7 Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof agar Tidak Menyumbat Pori
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Skenario Lolos Timnas Indonesia: Tak Ada Pilihan Selain Menang atas Singapura