Suara.com - PT Bank BRI Syariah tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode BRIS hari ini. BRI Syariah menjadi emiten ke 11 yang mencatatkan sahamnya pada 2018.
Sebagai pendatang baru, perusahaan ini mencatatkan 9,61 miliar saham di Bursa Efek Indonesia. Pencatatan saham itu terdiri dari saham pendiri 6,99 miliar saham, penawaran umum termasuk employee stock alocation (ESA) sebesar 2,62 miliar.
Perseroan menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) dengan lepas 2,62 miliar saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Harga penawaran saham perdana Rp 510 per saham.
Dalam rangka IPO, perseroan juga gelar ESA dengan mengalokasikan saham maksimum sebesar 2,5 persen dari jumlah saham penawaran umum. Alokasi saham untuk program ESA seluruhnya terdiri dari saham jatah pasti dengan lock-up period selama delapan bulan usai pernyataan pendaftaran menjadi efektif.
Direktur Utama BRI Syariah, Moch. Hadi Santoso mengatakan, sebagian besar dana IPO akan disalurkan untuk pembiayaan syariah, pengembangan sistem teknologi informasi, dan jaringan kantor.
“Melalui IPO ini, selain mendapatkan dana segar untuk penguatan modal perusahaan, kami telah berhijrah menjadi perusahaan publik, di mana kami akan konsisten mempraktikkan Good Corporate Governance (GCG) yang baik dan meningkatkan manajemen risiko agar dapat membawa berkah dan menjaga amanah kepada seluruh masyarakat serta stakeholders perusahaan,” kata Hadi di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/2018).
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
-
Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok
-
Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog
-
IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat
-
Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?
-
Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan
-
Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026