Suara.com - Program Satu Juta Rumah yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) diharapkan bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan rumah yang layak huni. Demi tujuan tersebut, 993 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2018 yang diterima KemenPUPR diharapkan dapat ikut serta dalam mensosialisasikan program ini kepada masyarakat melalui berbagai media, termasuk media sosial.
“CPNS harus memahami dan mengetahui berbagai program dan kebijakan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR. Salah satunya dengan ikut aktif dalam mensosialisasikan berbagai program pembangunan infrastruktur dan perumahan untuk masyarakat, termasuk Program Satu Juta Rumah,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR, KHalawi Abdul Hamid, saat memaparkan program kerja dan capaian kinerja Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan dalam kegiatan Pembekalan CPNS Formasi 2018 di Auditorium KemenPUPR, Jakarta, Selasa (23/4/2019).
Khalawi menambahkan, para CPNS yang termasuk dalam generasi milenial tentunya memiliki semangat tinggi ketika mereka bekerja. Mereka diharapkan dapat menggunakan media sosial yang dimiliki secara bijak dan melihat kondisi nyata di lapangan terkait hunian yang ada di sekitarnya.
Apabila melihat di sekitar tempat tinggal mereka ataupun ada saudaranya di tempat lain yang kondisi rumahnya tidak layak, mereka diharapkan melapor kepada Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan. Laporan tersebut tentunya diharapkan bisa ditindaklanjuti dengan penyaluran bantuan perumahan yang sesuai dengan yang menjadi program KemenPUPR.
“Jangan sampai CPNS melihat ada rumah tidak layak huni di sekitarnya malah diam saja. Bantu mereka sebisa mungkin, salah satunya dengan menyampaikan kepada Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan. Kalau bukan kita yang membantu, lalu siapa lagi? Sebagai bagian dari insan PUPR para CPNS, Anda harus siap melaksanakan tugas sebaik mungkin di lapangan,” terangnya.
Dalam kegiatan pembekalan tersebut, Khalawi memaparkan mengapa Program Satu Juta Rumah sangat penting bagi Indonesia. Adanya backlog perumahan yang mencapai 11,4 juta dan 3,4 juta rumah yang tidak layak huni, yang merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Berbagai program Direktrorat Jenderal Penyediaan Perumahan seperti pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, serta bantuan prasarana, sarana dan utilitas juga disampaikan kepada CPNS.
Selain itu, masalah hunian bagi para generasi milenial, termasuk rumah untuk para CPNS KemenPUPR nantinya juga menjadi bahan diskusi yang menarik dalam kegiatan tersebut. Tanya jawab secara interaktif antara Direktur Jenderal Penyediaaan Perumahan dengan para CPNS mengenai pola penanganan kawasan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non MBR berlangsung cukup baik.
“Mereka ke depan akan menjadi abdi negara yang harus mampu melayani masyarakat dan mencari solusi terbaik atas masalah perumahan yang dihadapi oleh masyarakat,” katanya.
Baca Juga: KemenPUPR Semarakkan Pameran Gebyar Rumah di Jawa Barat
Salah seorang CPNS dari Direktorat Sumber Daya Air (SDA), Angga Dwi Ramadhan menyatakan, ia sangat senang mendapatkan informasi mengenai kebijakan Program Satu Juta Rumah ini.
Menurutnya, masalah perumahan memang harus menjadi perhatian pemerintah karena masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah yang layak, termasuk para CPNS.
“Saya juga mimpi punya rumah dalam satu tahun ke depan, meskipun rumah bersubsidi. Saya kira Program Satu Juta Rumah ini perlu banyak sosialisasi, karena banyak manfaatnya bagi masyarakat,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah
-
GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen