Suara.com - Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla mengakui maklum diskon 50 persen tarif batas atas tiket pesawat hanya diberlakukan tiga hari dalam sepekan.
JK menuturkan, dirinya justru mengkhawatirkan kalau kebijakan diskon itu diberlakukan setiap hari.
"Ya kan tidak semua murah, jam-jam tertentu dan jumlah tertentu, saya kira itu semacam promo begitu," kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).
Menurut JK, ada sejumlah pembiayaan yang tidak dapat dipangkas anggarananya, semisal perawatan pesawat, sehingga maskapai harus tetap menerapkan tarif normal.
"Kalau harga seperti itu berlaku umum (setiap hari) saya kira perusahaan penerbangan bangkrut. Tarifnya normal saja, (maskapai penerbangan) Garuda mulai masalah," ujarnya.
Lagipula, JK menambahkan, harga tiket pesawat itu sangat tergantung pada nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
Untuk diketahui, pemerintah dengan pelaku industri penerbangan akhirnya sepakat menurunkan tarif tiket pesawat untuk maskapai berbiaya rendah.
Penurunan tiket tersebut sebesar 50 persen dari tarif batas atas (TBA). Akan tetapi, tak semua jadwal penerbangan mengalami penurunan tarif.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan, jadwal penerbangan domestik yang tarifnya diturunkan 50 persen yaitu pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu saja.
Baca Juga: Beda Latar Belakang dengan Ma'ruf, JK: Kerja Wapres Tetap Fleksibel
"Kemudian jam keberangkatannya antara pukul 10.00 sampai 14.00. Kemudian gerak pasif dari total kapasitas tadi kira-kira akan diberikan diskon 50 persen dari tarif batas atas," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).
Berita Terkait
-
Beda Latar Belakang dengan Ma'ruf, JK: Kerja Wapres Tetap Fleksibel
-
Tinggal 3,5 Bulan Lagi, JK Fokus Selesaikan Persoalan Ekonomi
-
Jadi Wapres Dua Kali, JK Ungkap Perbedaan Kerja dengan Jokowi dan SBY
-
Wapres JK: Rekonsiliasi Itu Kewajiban untuk Bersatu
-
Wanita Bawa Anjing ke Masjid, JK Minta Masyarakat Tak Aksi Balas Dendam
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Patahnya Komponen Kaki-kaki Mobil Lepas L8 Fatal, Bukti Kegagalan Quality Control
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
Terkini
-
Prabowo Bakal Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personil
-
Pemilik Lippo Karawaci (LPKR) dan Gurita Bisnisnya di Indonesia
-
Dihantam Tekanan Jual, IHSG Memerah Lagi
-
IHSG Ambles dan Aksi Jual Marak Usai Kabar Misbakhun Jadi Bos OJK
-
Transisi Energi Diproyeksikan Tarik Investasi Rp1.682,4 Triliun
-
Jeffrey Hendrik Jabat Dirut PT BEI Sampai Juni 2026
-
Hashim: Prabowo Tak Omon-omon Soal Perlindungan Lingkungan
-
Ada Danantara di Demutualisasi Bursa, Apa Untungnya Buat Investor?
-
Kronologi PT Narada Aset Manajemen Manipulasi Saham IHSG, Ini Sosok Pemiliknya
-
OJK Mulai Kumpulkan Data Saham Gorengan, Ini Bocorannya