Suara.com - Pelayanan hemodialisa atau cuci darah merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan kepada pesertanya. Untuk mereka yang menderita penyakit gagal ginjal, tindakan cuci darah merupakan hal yang wajib dan rutin dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pasien.
Layanan cuci darah dapat diperoleh oleh semua peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan status kepesertaan aktif, sesuai indikasi medis dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Gatot Trilogi (57) merupakan peserta dari segmen pekerja penerima upah (PPU) JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan. Ia adalah salah satu peserta yang menjalani pengobatan cuci darah kurang lebih sudah 8 tahun lamanya.
“Cuci darah rutin ini saya jalani sudah 8 tahun ini, 2 kali dalam seminggu. Kalau saya bayar umum biayanya sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1 jutaan. Jadi kalau sebulan berarti 8 kali, tentunya biayanya cukup besar. Selama delapan tahun ini, saya menjalani pengobatan rutin cuci darah di RSUD Saiful Anwar, dan saya tidak perlu merasa khawatir terkait biaya pengobatannya. Semua alhamdulilah, di-cover BPJS Kesehatan (sebelumnya PT Askes). Saya bersyukur sekali mbak,” cerita lelaki, yang sehari-hari berprofesi sebagai guru SMP ini.
Selain merasa bersyukur dan terbantu dengan Program JKN-KIS, Gatot juga menyampaikan salam terima kasihnya kepada para peserta JKN-KIS yang selalu rutin membayar iuran.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua peserta JKN-KIS yang telah membayar iuran rutin setiap bulannya, apalagi untuk mereka yang tidak pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan. Tanpa disadari, iuran mereka telah membantu membiayai peserta yang sakit seperti saya ini,” ucapnya.
Gatot juga mengapresiasi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Saiful Anwar. Selama menjalani hemodialisa, Gatot tidak pernah mendapatkan perbedaan pelayanan sama sekali dengan pasien umum terkait pelayanan kesehatan. Semua pasien diperlakukan sama.
Ia pun berharap, masyarakat Indonesia yang belum menjadi peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan sebelum sakit. Hal ini tidak semata-mata untuk dirinya saja, namun apabila ia dikarunia sehat, maka iuran tersebut dapat digunakan untuk membiayai peserta lain yang sakit.
Berita Terkait
-
Hemodialisa Dua Kali Seminggu, Maria Puji Layanan BPJS Kesehatan
-
Rusdi Apresiasi Program BPJS Kesehatan dari Pemerintah
-
Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik, Ini Respons Positif Warga
-
Nurhasanah : Saat Melahirkan, Tak Perlu Pusing Biaya
-
Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Digugat ke MA, Pemerintah Siap Hadapi Gugatan
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular