Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjalin kerja sama dengan Kejaksaan RI. Hal tersebut bertujuan untuk mensinergikan antara pihak pelaksana (Kementerian PUPR) dengan pihak terkait dalam hal pengawalan dan pengawasan pembangunan infrastruktur, sehingga diperoleh fasilitas yang andal dan akuntabel demi tercapainya Indonesia maju.
Kerjasama tersebut diwujudkan dalam bentuk diskusi panel bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalbar, Pontianak, Kamis (19/11/2020).
"Sejalan dengan keinginan Kementerian PUPR yang ingin melaksanakan pembangunan cepat dan andal, Kejaksaan yang mengawal pengadaan barang dan jasa hingga pelaksanaan bersih dan terbebas dari praktik KKN. Maka dari itu, dengan kerjasama dan bantuan pendampingan ini, kami mengucapkan terima kasih atas sinergitas yang sudah berjalan, maupun dalam waktu ke depan," ujar Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kalimantan I, Andy Suganda MT.
Acara ini juga dilaksanakan dalam rangka memperoleh pembangunan yang cepat, andal dan selamat, sehingga kerja sama antara pihak terkait, khususnya Kejaksaan melalui pengawalan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa sangat diperlukan. Apalagi infrastruktur masih menjadi ujung tombak pembangunan Indonesia.
Saat ini, Tim TP4D Kejaksaan Tinggi Kalbar telah aktif memberikan pendampingan dalam bentuk Program BSPS sebanyak 10.000 unit, pembangunan Rumah Susun BWS Kalimantan, pembangunan Rumah Susun STKIP Pamane Talino Landak, serta pembangunan Politeknik Negeri Sambas dan Sosialisasi Pekerjaan 2021, baik dalam bentuk pekerjaan BSPS, Rusun Rusus dan PSU.
Berita Terkait
-
Dukung Produktivitas TNI AL, Pemerintah tengah Bangun Rusun di Sorong
-
Jika Ada Kendala dalam Penggunaan Sibaru, Kemana harus Menghubungi?
-
Butuh Bantuan Pemerintah untuk Bangun Rumah? Klik Saja Sibaru
-
Kucurkan Rp 23,6 Milliar, Pemerintah Bangun Rusun bagi TNI AL di Sorong
-
Mahyeldi Disebut Sebagai Bapak Infrastruktur di Sumbar
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru