Suara.com - Rencana GoTo (Gojek Tokopedia) melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada tahun ini bakal menjadi perhatian pelaku pasar modal dan pelaku usaha perusahaan startup dengan kapitalisasi pasar lebih dari USD 1 miliar atau Unicon.
Pasalnya, pelaksanaannya nanti dapat menjadi penentu nasib unicorn lainnya dalam menggalang dana di pasar modal.
Menurut Pendiri B-Trade TC yang juga CEO Kanaka Hita Solvera, Wijen Pontus, pelaku pasar terutama investor ritel telah mengalami pengalaman pahit saat melakukan investasi pada efek bersifat PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), karena setelah IPO saham BUKA terus mengalami pelemahan.
“Nasib saham BUKA yang terus turun menjadikan investor ritel akan jera untuk masuk pada perusahaan perusahaan sejenis (unicorn),” kata dia kepada media, Senin(10/1/2022).
Melihat pengalaman itu, kata dia, investor ritel banyak berminat lagi dengan unicorn yang IPO. Sehingga pada saat IPO GoTo, investor institusi terutama dari luar negeri akan menopang pengalangan dananya.
“Ritel tidak akan seramai IPO BUKA yang saat itu sangat marak. IPO GoTo tetap akan diminati oleh investor institusi terutama asing,” jelas dia.
Sehingga dia menilai, IPO GoTo juga akan menunggu pergerakan naik dari BUKA. Tapi dia menilai BUKA akan kembali ke harga IPO pada akhir tahun 2022.
“Jadi kalau IPO GoTo mau dengan harga terbaik, BUKA harus balik ke harga IPO dulu minimal,” kata dia.
Namun jikalau dalam perkembangannya saham GoTo nantinya senasib dengan BUKA maka hal itu akan tidak hanya akan menjadi momok bagi investor ritel tapi juga investor institusi, sehingga investor akan menjauhi Unicorn.
Baca Juga: Investasi Telkomsel di GoTo Akan Semakin Untung Seiring Masuknya Dana Baru
“Tentunya, investor tidak mau terulang kedua kalinya mengalami kerugian di Unicorn,” katanya.
GoTo bersiap masuk Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan teknologi terbesar di Indonesia ini telah menunjuk penjamin emisi untuk membantu penawaran umum perdana (IPO) senilai USD1 miliar yang akan berlangsung pada awal kuartal pertama tahun depan.
Perusahaan hasil merger antara aplikasi ride hailing Gojek dan e-commerce Tokopedia, telah mempekerjakan PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas, untuk membantu proses IPO.
Sebelumnya GoTo menyatakan telah mengumpulkan dana USD1,3 miliar pada penutupan pertama putaran pendanaan pra-IPO.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya
-
IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?
-
Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?