Suara.com - Anggota Komisi IV DPR H. Johan Rosihan, ST mengatakan, Indonesia perlu terus meningkatkan produktivitas sektor pertanian, salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknik dan Expo Sawit Baik Indonesia2022.
Menurut Legislator PKS ini walaupun Indonesia memiliki kekayaan uang yang yang banyak, emas yang banyak, tetapi tidak ada makanan, tentu tidak bisa juga dimakan itu uang sama emas.
“Saya sebagai Wakil dari Bapak dan ibu sekalian di Jakarta tentunya berusaha agar program program pembangunan terutama di sektor pertanian, perikanan dan lingkungan hidup ini bisa dirasakan oleh masyarakat kita,” ungkapnya saat membuka Bimtek dan Expo Sawit Baik.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menegaskan, bahwa setiap perwakilan di Senayan, kewajibannya bukan cuma pintar berbicara di Jakarta, akan tetapi harus ada juga yang dirasakan untuk masyarakat agar kehadiran wakil rakyat itu menjadi tumpuan bagi konstituennya.
Menurutnya, upaya wakil rakyat untuk ideal adalah bersuara di Jakarta sebagai fungsi pengawasan di DPR RI, daerah pemilihan, dan di dapil juga ada yang bisa dirasakan oleh masyarakat kita.
Lebih lanjut Johan menjelaskan dalam dua tahun ini, pihaknya sedang memperbanyak kegiatan Bimtek, bukan cuman bantuan alat pertanian atau bantuan sumber sumber air maupun bantuan yang lainya. Tujuannya adalah, agar ada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani di daerah pemilihannya, terupdate ilmu pengetahuannya dengan berbagai teknologi terbaru.
“Karena dunia ini tidak akan bertambah luasnya, lahan kita itu tidak akan bertambah malahan akan semakin berkurang terutama lahan pertanian kita, seperti sawah, ladang dan hutang kita itu semakin lama semakin menyusup,” tutur Legislator Asal Sumbawa ini.
Johan juga berpesan kepada penyuluh agar terus meningkatkan kompetensi untuk mendampingi para petani. Para penyuluh diminta agar kemampuan penyuluh mesti lebih update dari petani.
“Jangan sampai kita kalah pintar dari petani kita maka dari itu kita harus lebih update harus lebih banyak membaca Sehingga teknologi dan perkembangan perkembangan pertanian bisa kita kembangkan.
Baca Juga: Belajar Pertanian Ramah Lingkungan di Kampung Papisangan
Jadi ketika lahannya sangat terbatas maka kita harus naikkan produktivitasnya, kita harus naikkan efektivitasnya dan efisiensinya Karena kalau tidak efisien” Jelasnya
Dia juga berharap kedepannya bagaimana para petani bisa berfikir untuk bisnis di pertanian, tidak hanya berpikir di hulunya produksi tapi tapi juga bisa berpikir bagaimana kita bisa mengemas bisnis bisnis di hilir pertanian ini dan ini jadi tantangan kita
Melalui bimtek tersebut Johan Rosihan juga berharap bisa memperkuat semangat dan optimisme peserta bimtek untuk menghadapi kehidupan karena menurut beliau ini hal yang tidak mudah.
“Adanya bimtek yang kita adakan ini bagaimana kita merubah mindset cara berpikir kita, jangan melihat kekurangan yang ada pada diri kita tapi bagaimana melihat potensi kita dan maksimalkan agar kita bisa berkembang, jangan selalu negatif thinking, tapi selalu positif thinking”, Johan Rosihan.
Usai sambutan Johan Rosihan menyerahkan penghargaan kepada Kadis Pertanian Kabupaten Bima, serta Nurul Amri Komaruddin, M.Si, Dosen Prodi Teknik Lingkungan Universitas Teknologi Sumbawa.
Agenda Bimtek dan Expo Sawit Baik 2022 dibuka oleh Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan, dihadiri Ir.Hj.Nurmah, selaku Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disperbun) Kabupaten Bima, Nurul Amri Komaruddin, M.Si, Dosen Prodi Teknik Lingkungan Universitas Teknologi Sumbawa serta puluhan Pertanian, dan Penyuluh pertanian.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
-
Tok! Pemerintah Gratiskan PPN 100 Persen untuk Tiket Pesawat Lebaran 2026, Cek Syaratnya
-
DJP Endus Pengemplang Pajak di Sektor Baja dan Hebel
-
Alasan Pemerintah Gunakan Beras Bulog untuk Jemaah Haji
-
Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch
-
11 Juta PBI BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif, Bagaimana Dana Jaminan Sosial Dikelola?
-
Dihantam Kasus IPO, Ini Pembelaan Manajemen Baru PIPA
-
Cara Purbaya Kejar Setoran Pajak demi Tax Ratio 12 Persen
-
Purbaya Siapkan Rp 15 Miliar Buat Anggaran Reaktivasi BPJS Kesehatan
-
IHSG Akhirnya Rebound ke Level 8.000, Cek Saham yang Cuan