Suara.com - Perum Bulog menyatakan harga beras masih tetap tinggi kendati operasi pasar telah dilakukan. Setelah ini benarkah pemerintah akan membuat kebijakan agar harga beras bakal anjlok?
Pasalnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan harga beras tinggi di pasaran. Dia menduga, ada mafia beras yang mencoba mengambil keuntungan dari penjualan. Padahal, Bulog juga telah menyalurkan ratusan ribu ton beras impor.
Budi menambahkan Bulog tak mungkin memainkan harga beras di pasaran. Pasalnya, lembaga ini bertugas untuk memastikan pengadaan cadangan beras pemerintah alih-alih untuk mencari keuntungan.
CBP inilah yang digunakan untuk program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH), termasuk operasi pasar. Menghadapi fakta ini, benarkah ke depan harga beras bakal anjlok?
Untuk diketahui, Bulog melepas harga beras dalam operasi pasar dengan harga Rp8.300 per kilogram. Dengan demikian, patokan harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450 per kg. Namun, dalam operasi pasar tersebut, Budi mendapatkan laporan bahwa sejumlah pedagang mendapatkan beras dengan membayar di atas harga maksimal. Imbasnya, para pedagang juga melepas beras dengan harga lebih tinggi ke konsumen.
Namun demikian, Budi sempat melontarkan pernyataan bahwa harga beras diprediksi bakal anjlok setidaknya dalam lima hari ke depan. "Kalau saya sih pinginnya begitu saya gelontorkan, harga beras langsung turun. Ngapain lama-lama ya kan? Tapi saya estimasi, begitu saya gelontorkan, ya 4-5 hari baru ada perubahan (harga)," kata Budi.
Namun demikian, ia menambahkan, hal ini bisa tercapai jika tidak ada kendala selama proses penyaluran beras ke berbagai wilayah. Ia menjelaskan, kendala dalam penyaluran beras ke pasar bisa terganggu jika praktik mafia beras terus merajalela karena membuat harga komoditas tersebut melambung tinggi.
"Beras sudah tersebar kok, jadi tidak ada alasan untuk tidak turun harganya. Jadi tolong diawasi saja, nanti sampaikan ke saya kalau ada yang tidak turun, nanti akan kita evaluasi," kata Buwas pada Jumat (20/1/2023) lalu.
Alasan dirinya ingin segera melepas stok beras tidak lepas dari faktor kebutuhan masyarakat. Meski begitu, skema operasi pasar saat ini sudah berganti sehingga terlebih dahulu dilakukan sebelum penyaluran beras Bulog melalui pedagang.
Baca Juga: Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2023, Bulog Pastikan Stok Beras Aman
"Saya maunya itu rumah tangga langsung beli ke Bulog, wah pasti turun langsung (harga beras). Gudang rame kayak semut, nggak apa-apa," ujar dia.
"Kan kasihan sekarang masyarakat. Siapa yang nggak butuh beras? Siapa yang nggak butuh nasi?," ungkap Budi.
Keluhan masyarakat terkait harga beras menurut Buwas, cukup jadi perhatian Presiden jokowi. Sehingga, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pengawasan terhadap penyaluran beras agar tepat sasaran tanpa dimonopoli oleh mafia.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Mafia Beras Jadi Masalah Klasik Bulog, Budi Waseso Sudah Tak Kaget
-
Said Didu Sindir Budi Waseso: Mafia Beras Kalahkan Polisi Bintang Tiga?
-
Bulog Beri 'Kode' Harga Beras Bakal Turun Kurang dari Seminggu
-
Misteri 'Oknum' yang Dituding Buwas Bikin Harga Beras Mahal
-
Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2023, Bulog Pastikan Stok Beras Aman
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
-
Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas
-
Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin
-
Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran
-
Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif
-
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari
-
Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
-
Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?
-
Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!
-
Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI