Suara.com - Low Tuck Kwong orang paling kaya di Indonesia mengumumkan telah melakukan pembelian saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebanyak 2,3 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp47 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/1/2023), Low Tuck Kwong membeli saham sebanyak 2.372.000 saham. Saham tersebut dibeli pada harga Rp 20.033,30/saham, itu berarti Low Tuck Kwong merogoh kocek sekitar Rp47 miliar untuk transaksi ini.
Alhasil, dia kini mengenggam saham BYAN sebanyak 20.139.066.077 saham atau setara 60,96%.
Tak hanya sang bapak, pembelian saham BYAN juga diikuti sang anak, dimana Low Yi Ngo juga belanja sebanyak 300 ribu saham Bayan di Rp 20.000 per saham pada 19 Januari. Nilai transaksinya Rp6 miliar.
Sehingga total belanja saham bapak dan anak tersebut untuk membeli BYAN mencapai Rp53 miliar dalam transaksi ini.
“Tujuan dari transaksi, investasi,” jelas Low Yi Ngo dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (26/1/2023).
Diketahui Low Tuck Kwong adalah Pemilik sekaligus Direktur Utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sementara Low Yi Ngo adalah salah satu direktur BYAN.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara
-
Pelindo Ganti Jajaran Direksi, Mantan Bos Pertamina Jadi Dirut