Suara.com - Permasalahan kasus buta aksara atau buta huruf di Indonesia masih menjadi tantangan tersendiri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2022 ada 3,65 persen penduduk Indonesia berusia dewasa atau 15 tahun ke atas yang mengalaminya.
Nusa Tenggara Timur (NTT) sendiri tercatat menduduki peringkat ke delapan provinsi dengan angka buta huruf mencapai 5,37 persen.
Melihat hal tersebut, sukarelawan Orang Muda Ganjar (OMG) NTT menggagas Safari Buta Aksara sejak Maret 2023 dan menyasar warga Kelurahan Kota Ratu, Kabupaten Ende.
Kini, kegiatan tersebut telah memasuki jilid ke-II (Safari Buta Aksara II) dan merambah ke wilayah lain di Kabupaten Ende sebagai upaya membebaskan belenggu buta aksara.
Koordinator Daerah OMG Kabupaten Ende, Suharmin Abdullah Paokuma mengatakan, Safari Buta Aksara II dilaksanakan di Kampung Kopondopo, Kelurahan Roworena Barat, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, NTT.
"Saya merasa bahwa pendidikan, pembelajaran tidak hanya sekali. Jadi, memang ada proses agar orang-orang tua ini bisa terus belajar," ucap dia ditulis Senin (17/7/2023).
Puluhan masyarakat sangat antusias dengan konsep pembelajaran interaktif yang dibawakan oleh OMG. Mulai dari mengeja abjad, membaca, menulis, hingga berhitung.
"Jadi, (peserta) yang kemarin (saat Maret) saya hadirkan kembali, dan saya hadirkan lagi orang-orang yang beda yang menurut saya sesuai data memang syarat pendidikan nya kurang. Ada yang bisa membaca tapi gak bisa ngitung, ada yang bisa ngitung tapi gak bisa baca," kata dia.
Suharmin menyebut, masih banyak masyarakat yang perlu mendapat perhatian dari segala pihak dalam aspek pendidikan dan pembelajaran, khususnya di usia dewasa hingga lansia.
Baca Juga: Berantas Buta Aksara, OMG NTT Gelar Safari untuk Warga Kota Ende
"Kalau penginnya goal dari saya adalah harapan bapak-bapak ibu-ibu nanti bisa membaca setidaknya lalu mereka bisa memberikan ilmu pengetahuan mereka kepada anak-anak," jelas dia.
OMG berkomitmen memberikan ruang-ruang pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga nantinya berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Ende.
"Memang keinginan kami OMG Kabupaten Ende terus melaksanakan kegiatan-kegiatan ini dengan harapan besar ke depan bisa bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk setidaknya memberikan fasilitas untuk orang-orang yang memang tidak layak sekolah tapi bisa mendapatkan pendidikan," tutup dia.
Petronela Tandi (52) adalah salah satu masyarakat yang senang akan hadirnya Safari Buta Aksara II dari OMG. Dia sangat aktif mengikuti proses belajar mengajar lantaran membawanya kembali pada kenangan masa-masa sekolah dahulu.
"Saya merasa senang, ya belajar kami pernah belajar juga waktu masih kecil atau masih sd tapi belum seberapa. Hari ini kami belajar lagi. Masyarakat kami bisa mendapat ilmu lagi terus kami merasa bangga dengan OMG," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Inflasi Tinggi Mengancam di Awal 2026, Apa Dampaknya?
-
Nama-nama di Balik Bursa Kripto ICEX, Benarkah Ada Haji Isam dan Happy Hapsoro?
-
Dilema Pengetatan Defisit APBD 2026: Antara Disiplin Fiskal dan Risiko Penurunan Belanja
-
Kelanjutan Proyek PLTN Tinggal Tunggu Perpres dari Prabowo
-
Tak Terbukti Dumping, RI Bisa Kembali Ekspor Baja Rebar ke Australia
-
Penggunaan SPKLU PLN Naik Hampir 500 Persen Saat Libur Nataru
-
Aturan Baru Soal Akuntan Dinilai Buka Peluang Kerja untuk Gen Z
-
Purbaya Siapkan Pembangunan Sekolah Terintegrasi Impian Prabowo, Apa Itu?
-
Ganti Jibor dengan INDONIA, BI Mau Buat Pasar Keuangan Lebih Transparan
-
Awas Bubble Pecah! Bahaya Mengintai saat IHSG Menuju Rp 10.000