Suara.com - Indeks utama Wall Street mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (10/3), dipicu oleh ketegangan perang tarif yang belum terselesaikan dan kekhawatiran akan penutupan pemerintah federal. Ketidakpastian ini meningkatkan risiko resesi di Amerika Serikat (AS).
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 2,08%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing merosot 2,70% dan 4,00%. Saham-saham pertumbuhan juga tertekan, turun 3,8%, dengan saham Tesla anjlok 15,4% setelah CEO Elon Musk mendapat kritik akibat dukungannya terhadap partai politik sayap kanan di Eropa.
Presiden AS sebelumnya menolak berkomentar tentang dampak negatif kebijakan tarifnya terhadap pasar. Ketidakpastian ini membuat HSBC menurunkan peringkat saham AS, menyoroti risiko yang terkait dengan kebijakan tarif yang tidak menentu.
Di sisi lain, bursa saham Asia menunjukkan kinerja beragam pada perdagangan Senin (10/3). Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,38%, sementara Hang Seng Hong Kong melemah 1,85% dan Taiex Taiwan turun 0,52%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,27%, sedangkan ASX 200 Australia menguat 0,18%. Di China, indeks Shanghai Composite turun 0,19%, dan CSI 300 melemah 0,39%.
Data inflasi China yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan penurunan di bawah nol untuk pertama kalinya dalam 13 bulan, menandakan tekanan deflasi. Indeks Harga Konsumen (IHK) China pada Februari 2025 tercatat sebesar 0,7%, naik 0,5% dari bulan sebelumnya.
Selain itu, China mengumumkan tarif pembalasan atas beberapa produk pertanian Kanada, termasuk minyak lobak dan daging babi, sebagai respons atas bea masuk yang dikenakan Ottawa pada kendaraan listrik dan produk baja serta aluminium buatan China.
Di pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,57% pada perdagangan kemarin, disertai dengan net sell asing senilai Rp923 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain BMRI, ANTM, ADRO, MDKA, dan BBNI.
Hari ini, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dengan level support di kisaran 6.520-6.550 dan resistensi di 6.650-6.700.
Rekomendasi Trading Hari Ini
Baca Juga: Berkah Ramadan: Modal Asing Banjiri Indonesia, Tembus Rp8,99 Triliun!
Berikut beberapa rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini merujuk dari laporan harian BNI Sekuritas dan Stockbit:
1. BRMS: Spec Buy di area 390, dengan cutloss di bawah 380. Potensi kenaikan ke 396-400 dalam jangka pendek.
2. PTRO: Buy on Weakness di area 3.050-3.150, dengan cutloss di bawah 3.000. Potensi kenaikan ke 3.220-3.260 dalam jangka pendek.
3. PSAB: Buy on Weakness di area 254-258, dengan cutloss di bawah 248. Potensi kenaikan ke 260-264 dalam jangka pendek.
4. AADI: Spec Buy di area 6.550-6.675, dengan cutloss di bawah 6.550. Potensi kenaikan ke 6.725-6.850 dalam jangka pendek.
5. BRIS: Buy on Weakness di area 2.530-2.550, dengan cutloss di bawah 2.500. Potensi kenaikan ke 2.600-2.640 dalam jangka pendek.
Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan tarif terus membayangi pasar global. Di AS, kekhawatiran resesi semakin meningkat, sementara di Asia, pasar menunggu data ekonomi China yang lebih jelas. Di Indonesia, IHSG perlu mewaspadai tekanan jual asing yang berpotensi melanjutkan koreksi.
Investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan terkini, baik di pasar global maupun domestik, untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
Berita Terkait
-
Mantan Menkeu era Jokowi Mundur dari Komisaris TOBA
-
Saham Tesla Anjlok, Kekayaan Elon Musk 'Hilang' Rp 1.662 Triliun
-
Arus Modal Asing Fluktuatif, OJK: Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa!
-
Bank Mandiri Buka Gerbang Investasi untuk Semua Kalangan, Tak Hanya yang Berduit
-
Berkah Ramadan: Modal Asing Banjiri Indonesia, Tembus Rp8,99 Triliun!
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya
-
Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa
-
Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni
-
Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK
-
IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis
-
Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi
-
Jejak di Balik PT Yasa Artha Trimanunggal, Dipercaya Garap Proyek Triliunan BGN
-
Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM