Suara.com - Sebanyak 85 pekerja PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), anak usaha Dana Pensiun (Dapen) BRI yang bertugas di Kantor Cabang BRI Pringsewu, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menunjukkan hasil negatif dalam pemeriksaan rutin tes narkoba.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 3 Mei 2025, ini merupakan wujud komitmen PKSS dalam menjaga integritas dan kualitas sumber daya manusia yang ditempatkan di sektor perbankan.
Pemeriksaan narkoba ini menjadi bagian integral dari program pembinaan berkala yang secara konsisten dijalankan oleh PKSS. Langkah proaktif ini bertujuan untuk memastikan seluruh tenaga kerja berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima, serta terhindar dari pengaruh buruk penyalahgunaan zat adiktif. Dengan kondisi pekerja yang bersih dari narkoba, diharapkan kualitas pelayanan kepada nasabah dan mitra kerja, khususnya di lingkungan perbankan, dapat terus terjaga dan ditingkatkan.
Branch Manager PKSS Cabang Lampung, Feny Yunisthia Rinanda, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam menjaga kepercayaan mitra kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. "Kami harus memastikan seluruh pekerja kami bersih dari narkoba. Ini bukan kegiatan yang sifatnya insidental, melainkan bagian dari agenda pembinaan rutin yang kami lakukan secara berkala di berbagai wilayah kerja," ujarnya pada Senin (5/5/2025).
Lebih lanjut, Feny menjelaskan bahwa langkah ini krusial dalam menjaga kepercayaan mitra kerja, terutama di sektor perbankan yang memiliki standar integritas yang tinggi. "Kepercayaan dari mitra kerja adalah aset yang sangat berharga bagi kami. Dengan memastikan pekerja kami bebas dari narkoba, kami turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan profesional," tambahnya.
Pelaksanaan pemeriksaan tes narkoba ini melibatkan tim ahli dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tanggamus, yang bertindak sebagai pihak independen dalam melakukan pengujian. Kehadiran BNN memberikan kredibilitas dan objektivitas terhadap hasil pemeriksaan.
Feny Yunisthia Rinanda menambahkan bahwa kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di Pringsewu, melainkan juga menjadi agenda rutin di seluruh wilayah kerja PKSS. Langkah ini merupakan bagian dari strategi preventif perusahaan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pekerja. Dengan jangkauan operasional yang luas, PKSS menyadari pentingnya menjaga kualitas sumber daya manusia di setiap unit kerjanya.
"Kegiatan serupa juga kami lakukan secara berkala di wilayah kerja PKSS lainnya. Ini adalah langkah preventif yang penting untuk memastikan seluruh pekerja kami memahami bahaya narkoba dan menjauhi penyalahgunaannya," ungkap Feny.
Sebagai informasi, hingga saat ini PKSS telah mengelola lebih dari 50.000 pekerja yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan ini bermitra dengan lebih dari 300 perusahaan dari berbagai sektor industri, mulai dari perbankan, agribisnis, logistik, hingga pemerintahan. Dengan jaringan yang luas, PKSS memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga standar profesionalisme dan integritas seluruh pekerjanya.
Baca Juga: Status Pekerja Tetap untuk Ojol: Angin Segar atau Mimpi Buruk?
"Dengan jaringan 35 kantor cabang di seluruh Indonesia, PKSS menerapkan standar tinggi terhadap profesionalisme dan integritas tenaga kerja, termasuk dalam hal pencegahan penyalahgunaan narkoba," pungkas Feny. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program pembinaan, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin dan sosialisasi mengenai bahaya narkoba.
Langkah yang diambil oleh PKSS ini patut diapresiasi sebagai contoh praktik baik dalam pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam menjaga lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Diharapkan, inisiatif serupa dapat diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain, terutama yang bergerak di sektor kritikal seperti perbankan, demi menjaga kepercayaan publik dan kualitas layanan. Hasil negatif tes narkoba di Pringsewu ini menjadi bukti nyata komitmen PKSS dalam mewujudkan tenaga kerja yang berkualitas dan berintegritas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi
-
Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%
-
Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis
-
Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Tembus Rp10.257 Triliun
-
IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak
-
Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?
-
Bahlil Jamin Indonesia Belum Darurat Energi
-
Bangkit di Akhir Tahun, Kinerja Emiten HGII Melonjak di Kuartal IV 2025
-
Bank Neo Commerce (BBYB) Kena Sanksi OJK, Dampaknya Tidak Main-main!
-
Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar