Suara.com - Memiliki rumah sendiri adalah impian banyak orang. Tak hanya menjadi simbol pencapaian, rumah juga menjadi tempat yang penuh kenyamanan, keamanan, dan kenangan.
Namun, bagi sebagian besar masyarakat, terutama generasi muda dan keluarga baru, impian ini sering kali tertahan oleh rasa takut. Mulai dari khawatir tidak mampu mencicil, bingung memilih developer terpercaya, hingga takut akan proses kredit yang rumit.
Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, hadir solusi cerdas seperti KPR BRI Exclusive yang bisa menjadi jembatan aman menuju rumah impianmu.
Mengapa Banyak Orang Takut Memiliki Rumah?
Takut membeli rumah bukanlah hal aneh. Banyak orang mengalami kekhawatiran dan kebingungan saat menghadapi keputusan besar ini. Berikut adalah faktor-faktor utama yang menyebabkan rasa takut dan kesulitan dalam memiliki rumah:
1. Faktor Ekonomi dan Harga Rumah yang Tinggi
Harga rumah yang tinggi dan tidak sebanding dengan penghasilan menjadi penghalang utama. Terutama bagi generasi milenial, ketimpangan antara gaji dan harga rumah membuat pembelian rumah terasa mustahil. Lokasi strategis memang diidamkan, tapi harganya sering tidak sesuai dengan fasilitas yang didapatkan.
2. Ketakutan Terhadap Risiko Lingkungan dan Kualitas Rumah
Banyak orang khawatir akan kondisi lingkungan rumah, seperti potensi banjir, pencemaran, atau buruknya pengelolaan sampah. Risiko ini menyebabkan ketidaknyamanan, bahkan penyesalan setelah membeli rumah, apalagi jika lingkungan tidak aman atau tidak sehat.
Baca Juga: Diskon Suku Bunga KPR BRI Spesial Developer Mulai 1,5 Persen, Buruan Sebelum Kehabisan!
3. Faktor Psikologis dan Gangguan Kecemasan (Agoraphobia)
Dalam beberapa kasus, gangguan psikologis seperti agoraphobia membuat seseorang takut meninggalkan rumah atau merasa dunia luar tidak aman. Ironisnya, kondisi ini juga bisa membuat seseorang takut membeli rumah karena kecemasan berlebihan terhadap perubahan atau tanggung jawab yang datang bersama kepemilikan rumah.
4. Gaya Hidup Tidak Sesuai dengan Penghasilan
Gaya hidup konsumtif tanpa perencanaan finansial yang baik bisa membuat seseorang membeli rumah di luar kemampuannya. Akibatnya, cicilan menjadi beban berat, dan rasa takut terhadap risiko keuangan jangka panjang pun muncul.
5. Proses Pengambilan Keputusan yang Kompleks dan Emosional
Membeli rumah bukan hanya soal angka, tapi juga keputusan emosional. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan: lokasi, kebutuhan keluarga, kondisi rumah, hingga dinamika keluarga. Tak jarang, keputusan impulsif karena tekanan emosional justru berujung pada penyesalan.
Berita Terkait
-
KB Bank dan AREBI Resmikan Kerja Sama Strategis Pembiayaan KPR hingga Rp1 Triliun
-
Daftar Lengkap Developer Program KPR Berjenjang BRI
-
Cicilan KPR 100 Juta Bayar Berapa per Bulan? Simak Simulasinya di Sini!
-
Bank Permata Bidik Pasar Rumah Mewah, Tawarkan Kredit KPR Menggiurkan
-
KPR Bikin Pusing? Simulasi BRI Ini Bisa Jadi Penyelamat
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Survei Bank Indonesia Laporkan Keyakinan Konsumen Alami Penurunan, Ini Faktornya
-
Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis
-
Geser Erick Thohir, Rosan Roeslani Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah
-
Pengusaha Minta Pemerintah Beri Ruang Proyek Infrastruktur untuk UMKM Konstruksi
-
Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026
-
FAO: 43,5% Masyarakat Indonesia Tidak Mampu Beli Makanan Bergizi, Negara Intervensi Lewat MBG
-
Emas Pegadaian Tidak Banyak Fluktuasi, Harga Stabil 2 Jutaan Hari Ini
-
Kasus Fraud Rp1,4 Triliun, OJK Mulai Sisir Aset PT Dana Syariah Indonesia
-
Tekan Angka Kecelakaan, Kemenhub Siapkan Aturan Baru Standar Teknologi Motor
-
Lion Parcel Kirim 10 Ton Logistik ke Wilayah Bencana Sumatra