Ricky menambahkan bahwa bauran kebijakan BI, kebijakan pendukung, serta transformasi kelembagaan akan terus diperkuat.
“Tentunya kebijakan tersebut harus dilanjutkan melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat dalam membangun bauran kebijakan nasional untuk mewujudkan ekonomi yang tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa BI akan terus bertransformasi menghadapi era digital, memperkuat hilirisasi industri, ketahanan pangan, dan pengembangan ekonomi hijau serta inklusif.
“Dengan bersimfoni, kami akan terus mendorong penguatan dari peran Bank Indonesia di 46 kantor perwakilan yang tersebar di 5 wilayah koordinator, 29 provinsi, dan 12 kabupaten/kota untuk menciptakan ekonomi yang berdaya tahan, bersama tumbuh, dan berkelanjutan untuk mendukung Asta Cita,” pungkasnya.
Berbeda dengan Ricky, Dicky Kartikoyono mengusung pendekatan yang berfokus pada transformasi digital, khususnya dalam bidang sistem pembayaran.
“Perekonomian kita ini kita mempamakan baterai besar untuk bisa meretas gelombang, mencari angin yang paling tepat untuk bisa terus mendorong Indonesia ke arah yang benar, terutama melalui bidang kami yaitu transformasi digital dan sistem pembayaran,” ujarnya.
Dicky memaparkan bahwa ada empat materi utama yang menjadi kerangka presentasinya, mulai dari pemetaan lingkungan strategis, identifikasi masalah utama (problem statement), perumusan visi-misi, hingga strategi arah kebijakan.
“Ada empat materi yang akan kami sampaikan secara garis besar. Kami akan banyak nanti menyajikan strategi dan arah kebijakannya. Yang pertama adalah kita melihat lingkungan strategis kita, kemudian problem statement apa yang menjadi landasan kita untuk kemudian mencari solusi, visi-misi yang tentunya akan melandasi segala bentuk program kerja kita ke arah yang kita inginkan, dan strategi arah kebijakan yang kita harus ambil,” paparnya.
Baca Juga: BI Guyur Dana Segar Rp 372 Triliun untuk Perkuat Likuiditas Perbankan
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru
-
8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya
-
Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini
-
OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar
-
70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah
-
Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit
-
INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade
-
Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?
-
IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor
-
Beda Jauh LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah dengan 'Harta' yang Ditemukan Polisi