Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menekankan pentingnya upaya untuk mendorong globalisasi yang lebih adil dan menciptakan manfaat kesejahteraan bersama dalam Sesi I Pertemuan Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Zimbali, KwaZulu-Natal, Afrika Selatan.
Pada kesempatan tersebut, Menkeu Sri Mulyani menyerukan agar upaya-upaya difokuskan pada penciptaan kesejahteraan bersama, di mana semua negara dapat tumbuh bersama tanpa harus mengorbankan kepentingan masing-masing.
Dalam agenda pertama pada forum G20 membahas kondisi perekonomian global di tengah ketidakpastian tinggi, perang tarif dagang dan fragmentasi dunia yang meruncing dan rapuh.
“G20 berusaha terus membangun semangat kolaborasi dan kerjasama seperti yang dikatakan oleh Menteri Keuangan Afrika Selatan, Enoch Godongwana selaku tuan rumah,” ucap Menkeu Sri Mulyani sebagaimana dikutip dari laman Instagram @smindrawati.
Menkeu Sri Mulyani pun mengungkapkan bahwa Indonesia menyambut baik upaya-upaya untuk terus membuka dialog untuk mengembangkan kerjasama saling menguntungkan perdagangan dan investasi untuk menciptakan lapangan kerja, saling memberikan manfaat, dan meningkatkan inovasi dan produktivitas semua negara.
Disisi lain, Sri Mulyani Indrawati mengadakan pertemuan bilateral dengan Australian Treasurer Jim Chalmers pada Jumat (18/7/2025).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi mengenai dinamika perekonomian global terkini. Salah satu fokus pembahasan adalah langkah-langkah kebijakan yang ditempuh Indonesia dan Australia untuk memitigasi dampak tarif perdagangan terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Lebih lanjut, kedua menteri juga mengeksplorasi potensi penguatan kemitraan strategis Indonesia-Australia, khususnya di dua sektor yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo, yakni sektor pangan dan energi.
Menkeu juga berbagi pandangan dengan Jim Chalmers mengenai pentingnya pembiayaan sektor perumahan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Utang RI Membengkak, Sri Mulyani Tetap Santai: Masih Prudent dan Terukur
“Sektor properti yang kuat sangat penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” kata Menkeu.
Di akhir pertemuan, Menkeu Sri Mulyani menyerahkan cinderamata berupa kerajinan perak dari UMKM Yogyakarta kepada Jim Chalmers. Cinderamata tersebut mendapat sambutan hangat dan kekaguman dari pihak Australia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket
-
Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah
-
Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini
-
Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
-
Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik
-
Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya